Menu

Mode Gelap

News

Inovasi Mahasiswa Palembang, Ciptakan Game Pembunuh Covid-19

badge-check


Tampilan Games Pandemi Warz (Dok. Urban) Perbesar

Tampilan Games Pandemi Warz (Dok. Urban)

Ditengah pandemi Covid-19 tak mengurangi mahasiswa untuk tetap berinovasi dan menciptakan peluang.

Salah satunya mahasiswa di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika Multi Data Palembang (STMIK GI MDP) yang membuat gim berbasis edukasi Covid-19.

Pembina Game Community MGI, Kgs Ahmad Sidiq, mengatakan game yang dibuat mahasiswa bernama Pandemi Warz yang menampilkan permainan pesawat sebagai vaksin yang membunuh virus.

“Game ini menceritakan mengenai pandemi yang pernah terjadi di dunia selain Covid-19. Tiap level permainan target tembakan pesawat berbeda-beda, virus dengan obat alias vaksin yang berubah pula, “kata Ahmad, Selasa (4/8).

Dirinya menjelaskan jika game Pandemi Warz menggunakan sistem dua dimensi dengan tingkat kesulitan game hingga level 10 dengan per level pemain harus melalui tiga stage agar dapat berhasil memenangkan permainan.

“Tingkat kesulitan agar mencapai kemenangan pemain harus menyelesaikan tiga stage di setiap level hingga mencapai level 10, “jelas, Pembina Game Community MGI.

Game Pandemi Warz telah digodok komunitas MDP Game Incubator (MGI) sejak Juni dan bakal diluncurkan dalam waktu dekat di aplikasi Play Store.

“Kita sudah lama membuat gim ini sejak Juni dan dalam waktu dekat dapat dicoba di Play Store, “ujar Ahmad.

Permainan Pandemi Warz dibuat oleh lima orang dalam satu tim yang seluruhnya merupakan mahasiswa aktif kampus MDP dan Teuku Kevin mahasiswa semester delapan sebagai Ketua penyempurnaan aplikasi game tersebut.

“Sebenarnya 15 anggota yang aktif di MGK dan seluruhnya ikut kontribusi dalam pembuatannya (game) karen ada tugas masing-masing sebagai game desaigner, game programmer maupun game composer,” ungkap Ahmad.

Diakui Ahmad selama pengerjaan Pandemi Warz, tim para mengalami beberapa kesulitan yakni inovasi tingkat leveling, penyesuaian coding yang menggunakan logaritma serta penyertaan hak cipta terhadap karakter yang memakan waktu cukup lama.

“Selain itu desain gambar dan tampilan tidak boleh mengandung unsur plagiarisme, “tambah, Ahmad.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Gerebek Pemasok Liquid Vape Mengandung Etomidate di Palembang, 3 Orang Diamankan

28 Januari 2026 - 12:21 WIB

Herman Deru Ajak Lansia Terus Berkontribusi bagi Pembangunan

28 Januari 2026 - 07:51 WIB

Mantan Wali Kota Palembang Bantah Terima Suap Rp 750 Juta di Kasus Korupsi Pasar Cinde, Sebut Sosok Ini yang Bertanggung Jawab

27 Januari 2026 - 21:05 WIB

Festival Perahu Bidar Palembang Masuk Top 125 Event Nasional KEN 2026

27 Januari 2026 - 19:51 WIB

Cegah Balap Liar, Palembang Bakal Adakan Drag Race Resmi untuk Salurkan Hobi Anak Muda

27 Januari 2026 - 19:40 WIB

Trending di News