Menu

Mode Gelap

News

Pembebasan Lahan Bendungan Tiga Dihaji Ditargetkan Selesai Mei 2022

badge-check


Pembebasan Lahan Bendungan Tiga Dihaji Ditargetkan Selesai Mei 2022 Perbesar

Realisasi proyek pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan hingga, Jumat, masih menyentuh angkat 27,5 persen. Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) Wilayah VIII Palembang menemui sejumlah kendala untuk mempercepat pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Kasatker BBWSS VIII, Lukman Hakim mengatakan saat ini pihaknya masih mengerjakan terowongan penghubung, galian spillway serta jembatan penghubung sandaran kiri dan kanan.

“Kami juga tengah memperbaiki jalan akses menuju lokasi proyek. Sebab, jalan ini masih menggunakan jalan umum. Sehingga, kenyamanan warga yang menggunakan jalan juga harus diperhatikan,” ujar dia.

Ia menuturkan, sejauh ini pengerjaan proyek belum menemui kendala berarti. Hanya saja, untuk akses pengangkutan material maupun peralatan cukup terhambat. Sebab, jalan akses kondisinya sangat ramai dengan aktivitas warga.

“Disana ada pasar. Jadi yah kalau jam-jam sibuk memang sering macet,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya saat ini tengah mengajukan pembangunan jalan akses baru sepanjang 9,8 kilometer menuju lokasi. Jalan baru tersebut sebagian besar menggunakan lahan hutan lindung. Sehingga, pihaknya harus mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menggunakan lahan tersebut.

“Kami juga sedang melakukan pembebasan lahan yang menjadi milik warga,” bebernya.

Ditargetkan, proses pembebasan lahan bisa selesai Mei 2022 mendatang. Termasuk juga beberapa lahan yang digunakan untuk konstruksi proyek. “Sebagian besar lahan proyek juga masih ada yang belum dibebaskan. Targetnya seluruh lahan sudah bebas di Mei 2022 mendatang,” ucapnya.

Selain akses jalan dan pembebasan lahan, Maryadi menerangkan, pihaknya harus melakukan review desain. Pasalnya, saat melakukan kegiatan penggalian, dasar tanah bendungan merupakan tanah lunak. “Jadi kami harus menyesuaikan konstruksinya dengan kondisi tanah yang ada,” bebernya.

Meski menemui sejumlah kendala, progress pembangunan bendungan pertama di Sumsel tersebut tetap sesuai dengan jadwal pelaksanaan. Hingga akhir tahun, ditargetkan progress pembangunan bendungan bisa mencapai 30 persen.

“Progresnya tidak minus lagi. Seluruhnya tetap sesuai schedule,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fitnah Tak Nafkahi Anak hingga Larangan Bertemu, Ayah di Palembang Cari Keadilan

15 Februari 2026 - 09:54 WIB

Herman Deru Resmikan Jalan Hauling di Lahat Sepanjang 26,4 Kilometer

14 Februari 2026 - 15:23 WIB

Prabowo Tegaskan Komitmen Efisiensi Anggaran dan Pemberantasan Korupsi

14 Februari 2026 - 15:19 WIB

Pemerintah Terbitkan Ketentuan WFA bagi Pekerja di Sektor Swasta pada Libur Nyepi dan Idulfitri

14 Februari 2026 - 14:59 WIB

Terima LHP BPK, Wagub Sumsel Tegaskan Komitmen Tindak Lanjut Rekomendasi

14 Februari 2026 - 14:19 WIB

Trending di News