BPBD telah telah melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayahnya sejak BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem selama satu pekan ke depan.
Kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan mitigasi yang dilakukan pihaknya dengan menyiapkan langkah-langkah antisipasi yakni mempersiapkan personel, peralatan dan logistik di kabupaten/kota yang rawan bencana.
“Sesuai dengan prediksi BMKG tentang kerawanan bencana hidrometeorologi di Sumsel, kami sudah antisipasi seperti mempersiapkan beberapa peralatan hingga personel,”kata dia, Selasa 5 Mei 2024.
Bahkan Iqbal mengaku bantuan peralatan akan segera dikirimkan ke wilayah yang masuk daftar rawan bencana di Sumsel. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi secara dini kejadian bencana alam.
“Dalam waktu dekat kita memberikan bantuan peralatan dan logistik ke kabupaten/kota,” kata dia.
Iqbal menyebutkan beberapa wilayah termasuk Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dinilai akan menghadapi kerawanan bencana mulai dari banjir, longsor dan puting beliung.
“Kita juga sudah memetakan wilayah rawan bencana dan BPBD Sumsel sebagai koordinator sudah melengkapi peralatan dan menyiapkan bantuan peralatan,” jelas dia.
Adapun wilayah rawan bencana Hidrometeorologi di Sumsel dibagi di dua wilayah yakni di dataran tinggi dan rendah. Adapun wilayah rawan tersebut berada di OKU Raya seperti OKU Selatan, Timur dan OKU. Lalu, Palembang, Mura, Muratara dan Banyuasin serta OI.













