Menu

Mode Gelap

News

BMKG Ingatkan Sumsel Hadapi Era Cuaca Ekstrem yang Tak Lagi Bisa Ditebak

badge-check


Ilustrasi hujan. Foto : Pixabay Perbesar

Ilustrasi hujan. Foto : Pixabay

Palembang — Warga Sumatera Selatan (Sumsel) kini menghadapi realitas baru yakni musim tidak lagi datang sesuai kalender. Sepanjang 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ketidakpastian cuaca semakin nyata, ditandai dengan hujan yang berkepanjangan, kemarau yang menghilang di sejumlah daerah, hingga lonjakan suhu ekstrem.

Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa perubahan iklim global telah berdampak langsung di wilayah Bumi Sriwijaya. Beberapa daerah bahkan tercatat tidak mengalami musim kemarau sama sekali sepanjang tahun.

Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terpantau di sejumlah titik pengamatan hujan, seperti Pengandonan dan Baturaja Timur di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), serta Buay Rawan dan Banding Agung di OKU Selatan.

“Pola musim sudah berubah. Di beberapa wilayah, hujan turun hampir sepanjang tahun tanpa jeda kemarau yang jelas,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Tak hanya itu, catatan BMKG juga menunjukkan anomali suhu udara yang cukup signifikan. Sepanjang 2025, suhu maksimum di Sumsel sempat mencapai 36,1 derajat celsius, menjadikannya salah satu tahun terpanas dalam catatan klimatologi daerah tersebut.

“Angka ini mendekati rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah pengamatan di Sumsel,” jelas Wandayantolis.

Di sisi lain, suhu terendah pada 2025 tercatat berada di angka 21,9 derajat celsius pada Mei. Meski terasa sejuk, suhu tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan rekor terdingin yang pernah terjadi pada Desember 1992.

Anomali juga terlihat dari intensitas hujan ekstrem. Curah hujan harian tertinggi mencapai 235 milimeter, tercatat di Pos Hujan Pulau Semambu, Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, pada Oktober 2025. Angka ini berpotensi meningkatkan risiko banjir dan gangguan aktivitas masyarakat.

BMKG menilai, dinamika atmosfer yang semakin kompleks membuat prakiraan cuaca dan musim menjadi kian menantang. Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan. Ini sudah terjadi dan memengaruhi keselamatan serta kehidupan sehari-hari,” tegas dia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Herman Deru Pimpin Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Idulfitri, Pastikan Mudik Aman dan Pelayanan Maksimal bagi Pemudik

13 Maret 2026 - 06:30 WIB

Evaluasi Berkala, BGN Hentikan Sementara Operasional 1.512 SPPG di Jawa

13 Maret 2026 - 05:30 WIB

Firdaus Hasbullah Ajak Pengurus Perkuat Silaturahmi di Bukber PGK Sumsel

13 Maret 2026 - 05:25 WIB

Prabowo Terima Wakil PM Australia Richard Marles

13 Maret 2026 - 01:45 WIB

Ratu Dewa Lepas 238 Pemudik Program Mudik Gratis Pegadaian dari Palembang

12 Maret 2026 - 21:06 WIB

Trending di News