Menu

Mode Gelap

News

Mahasiswi PPDS UNSRI Nyaris Bunuh Diri Gara-gara Dirudung Senior

badge-check


UNSRI. Foto : Istimewa Perbesar

UNSRI. Foto : Istimewa

Palembang — Dugaan praktik perundungan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menjadi sorotan setelah seorang mahasiswi berinisial OA nyaris mengakhiri hidupnya.

berdasarkan informasi yang dihimpun Urban Id, bentuk perundungan yang di dapat korban dari para seniornya yakni membiayai gaya hidup mewah seniornya seperti membiayai uang semesteran senior, clubbing dan party senior, alat olahraga, sewa padel, sepeda dan club sepeda bola senior, membeli skincare,menanggung makan dan minum senior.

Ada juga membelikan tiket pesawat dan tiket konser untuk senior, biaya sewa rumah dan kosan senior, biaya penelitian ilmiah dan seminar senior , antar jemput anak senior , membelikan alkes senior dan barang mewah lainnya.

Modus kejahatan ini dilakukan dengan meminta uang secara cash kepada junior dengan sembunyi – sembunyi.

Direktur Utama RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Siti Khalimah, membenarkan bahwa OA merupakan peserta PPDS yang tengah menjalani pendidikan spesialis mata dan bertugas di rumah sakit tersebut.

“Yang bersangkutan memang bertugas di RSMH sebagai peserta PPDS. Saat ini kasusnya sedang ditangani oleh pihak Fakultas Kedokteran Unsri,” ujar Siti, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, karena persoalan ini berkaitan langsung dengan proses pendidikan dan kemahasiswaan, penanganan utama berada di bawah kewenangan Fakultas Kedokteran Unsri. Namun, pihak rumah sakit tidak tinggal diam.

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, RSMH bersama FK Unsri telah membentuk tim khusus pencegahan dan penanganan perundungan. Selain itu, sosialisasi larangan bullying dilakukan secara berkala kepada seluruh peserta PPDS.

“Kami menyiapkan mekanisme penindakan terhadap pelaku, perlindungan bagi pelapor, serta dukungan psikososial untuk meningkatkan ketahanan mental dan kebersamaan antar PPDS,” jelas Siti.

Di tingkat universitas, Unsri menegaskan komitmennya menangani kasus ini secara institusional. Rektor Unsri telah menugaskan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk terlibat langsung dalam proses investigasi.

Kepala Kantor Humas dan Protokoler Unsri, Nurly Meilinda, menyebut proses klarifikasi telah dilakukan dengan meminta keterangan dari berbagai pihak di lingkungan akademik, termasuk senior dan sejawat korban.

“Langkah ini ditempuh agar kampus memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang sebelum mengambil keputusan lanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Selain investigasi, Fakultas Kedokteran Unsri juga memberikan pendampingan akademik dan non-akademik berupa layanan konseling sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan peserta didik.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sanksi Penjara Dihapus, Pelanggaran Perda Kini Didenda hingga Rp10 Juta

13 Januari 2026 - 19:59 WIB

Pemprov Sumsel Dukung Optimalisasi Pajak Lewat Penyediaan Data Terintegrasi

13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Tancap Gas 2026, Ratu Dewa Optimis Palembang Semakin Berdaya dan Sejahtera

13 Januari 2026 - 18:50 WIB

Pemkot Palembang Berkomitmen untuk Mewujudkan Kota Ramah Disabilitas

13 Januari 2026 - 18:43 WIB

Tak Punya Biaya dan Jaminan Kesehatan, Ibu di Palembang Lahirkan Bayi di Teras Musala

13 Januari 2026 - 18:02 WIB

Trending di News