INDRALAYA — Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam memajukan pendidikan anak usia dini kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
Bunda PAUD Provinsi Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru, menghadiri penyerahan Apresiasi Bunda PAUD se-Sumsel oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumsel, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 BPMP Provinsi Sumsel dan berlangsung khidmat dengan dihadiri para pemangku kepentingan pendidikan.
Apresiasi diserahkan langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen PAUD Dasmen RI Brotojoyo Retnowati, M.Pd., bersama Direktur PAUD Kemendikdasmen RI Dr. Nia Nurhasanah, S.Si., M.Pd. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi Bunda PAUD kabupaten/kota se-Sumsel dalam mendukung dan mengawal Program Wajib Belajar 13 Tahun.
Dalam sambutannya, Dr. Nia Nurhasanah menyampaikan apresiasi atas capaian pendidikan anak usia dini di Sumsel.
Ia menyebutkan Angka Partisipasi PAUD di Sumsel telah mencapai 76 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 74,9 persen.
“Program Wajib Belajar 13 Tahun merupakan prioritas nasional dengan landasan hukum yang kuat. Kami melihat Sumsel berhasil memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu layanan PAUD,” ujarnya.
Selain peningkatan partisipasi, modernisasi pembelajaran juga terus didorong. Sepanjang 2025, sebanyak 2.291 satuan PAUD di Sumsel tercatat telah menerima bantuan program digitalisasi pembelajaran.
Meski demikian, Dr. Nia menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan karakter anak sejak dini sebagai pondasi menuju Generasi Emas 2045.
“Saya titip kepada para Bunda PAUD agar terus menghidupkan gerakan Pagi Ceria di satuan pendidikan, dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa. Kita membangun kecerdasan sekaligus karakter,” pesannya.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Sumsel Febrita Lustia Herman Deru menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas apresiasi yang diberikan kepada Bunda PAUD se-Sumsel.
Menurutnya, capaian Sumsel yang melampaui rata-rata nasional merupakan hasil kerja kolektif dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah.
“Apresiasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi bukti nyata kerja keras di lapangan. Saya mengajak seluruh Bunda PAUD kabupaten dan kota untuk terus bergerak seirama mengawal Program Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya memastikan transisi PAUD ke Sekolah Dasar berlangsung menyenangkan bagi anak,” ujarnya.
Febrita juga menegaskan pentingnya peran orang tua dan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan ramah anak.
“Mari jadikan PAUD di Sumsel sebagai ruang tumbuh yang mendukung lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Apresiasi tersebut diberikan kepada Bunda PAUD dari 13 kabupaten, yakni OKU, OKI, Muara Enim, Lahat, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Ilir, Empat Lawang, PALI, dan Musi Rawas Utara, serta empat kota, yakni Palembang, Pagar Alam, Lubuk Linggau, dan Prabumulih.
Acara ditutup dengan penampilan ceria anak-anak PAUD Kelompok Bermain (KB) Bunga Tanjung, Kabupaten Ogan Ilir, yang menjadi simbol semangat membangun masa depan pendidikan anak usia dini di Sumatera Selatan.












