Palembang – Misteri hilangnya Lanjut Usia (Lansia) Christina (80), yang juga pensiunan guru di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), memasuki babak baru.
Setelah lebih dari dua pekan dinyatakan hilang sejak Rabu (14/1/2026), polisi menemukan kerangka manusia di kawasan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Selasa (27/1/2026).
Penemuan tersebut terjadi di tengah upaya intensif Polda Sumatera Selatan memburu keberadaan korban, usai mengamankan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam perampokan terhadap lansia tersebut. Ketiga pelaku ditangkap di lokasi berbeda.
Tersangka YG (61), yang disebut sebagai otak kejahatan, diamankan saat bersembunyi di Jawa Timur. Sementara JI (46) dan S (57) ditangkap di Palembang. JI diduga menyimpan barang-barang milik korban, termasuk telepon genggam dan mobil, sedangkan S berperan membantu menjual kendaraan korban.
Penemuan tulang belulang di Tanjung Lago sontak menghebohkan warga setelah videonya beredar luas di media sosial dan grup percakapan. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah barang berada di sekitar tengkorak manusia, di antaranya kitab Injil dan jam tangan.
“Lokasinya sekitar 300 meter dari jalan besar. Kami menemukan tengkorak dan beberapa barang. Saat ini kami menunggu tim Inafis dan DVI,” ujar seorang pria dalam video tersebut.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah kerangka tersebut merupakan jasad Christina. Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan identifikasi masih berlangsung dan membutuhkan pemeriksaan forensik secara menyeluruh.
“Belum bisa dipastikan identitasnya. Proses identifikasi masih berjalan. Kami menunggu hasil resmi dari penyidik,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, polisi telah menyita sejumlah barang bukti penting dari tangan para tersangka, antara lain satu unit mobil Mitsubishi Mirage, telepon genggam merek Oppo, sebuah payung, serta uang tunai Rp53 juta yang diduga milik korban.
Polda Sumsel menegaskan fokus penyelidikan saat ini tidak hanya pada pengungkapan peran masing-masing tersangka, tetapi juga memastikan nasib korban secara pasti.
“Kasus ini kami dalami secara menyeluruh. Semua bukti akan dikaitkan dengan hasil identifikasi di lapangan,” tegasnya.












