Palembang – Niat baik seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Palembang justru berakhir tragis. MS (14), siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri di Palembang, menjadi korban dugaan penganiayaan setelah mencoba melerai perkelahian di depan sekolahnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, di kawasan Jalan AKBP H. Moh Amin, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, tepat di depan SMP Negeri 2 Palembang.
Ibu korban, Rima Melati (49), mengatakan insiden bermula saat anaknya sedang duduk di sebuah warung tak jauh dari gerbang sekolah. Dari lokasi itu, MS melihat dua remaja terlibat cekcok.
“Anak saya cuma berniat melerai supaya tidak terjadi apa-apa. Tapi justru dia yang diserang,” ujar Rima saat melapor ke Polrestabes Palembang, Kamis (29/1/2025).
Menurut keterangan keluarga, pelaku berinisial AR, yang diketahui sudah tidak lagi bersekolah, tiba-tiba menyerang MS tanpa alasan jelas. Pelaku bahkan diduga mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan menusukkannya ke lengan kiri korban.
Akibat kejadian tersebut, MS mengalami luka tusuk dan harus mendapatkan perawatan medis di salah satu rumah sakit di Palembang. Meski kondisinya stabil, trauma akibat kejadian itu masih dirasakan korban dan keluarga.
Tak terima dengan kejadian tersebut, Rima Melati langsung mendampingi putranya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.
“Saya hanya ingin pelaku bertanggung jawab. Anak saya masih sekolah dan tidak punya masalah dengan siapa pun,” tegasnya.
Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar SMP. Ipda Tamia Rahmadhany, Pamapta III SPKT Polrestabes Palembang, menyatakan laporan telah diterima dan akan ditindaklanjuti oleh unit terkait.
“Laporan sudah kami terima dan akan dilimpahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.












