Palembang – Jumlah korban tewas akibat ledakan tabung gas LPG 12 kilogram di kawasan Jalan Ratu Sianum, Lorong Nepos, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, kembali bertambah. Satu korban luka bakar kritis dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban terbaru diketahui bernama Umi (54). Ia menghembuskan napas terakhir pada Sabtu malam (31/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di ruang ICU Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru Palembang. Korban mengalami luka bakar hingga 80 persen akibat ledakan tersebut.
“Umi sempat dirawat di ICU, tapi kondisinya sangat kritis. Ia tetangga korban Dewi Rohayati,” ujar Lilis, tetangga korban, Minggu (1/2/2026).
Dengan meninggalnya Umi, total korban jiwa dalam insiden tersebut kini menjadi tiga orang. Dua korban sebelumnya yakni Dewi Rohayati (33), istri pemilik rumah, dan Murni (40) yang merupakan asisten rumah tangga, lebih dulu meninggal dunia akibat luka bakar parah.
Ketiga korban diketahui mengalami luka bakar serius dengan persentase antara 70 hingga 80 persen.
Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu siang (31/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, saat penghuni rumah tengah memasak dalam jumlah besar untuk persiapan sedekah ruwahan menyambut bulan Ramadhan. Diduga, tabung gas LPG 12 kilogram bocor, lalu memicu ledakan hebat yang disertai kobaran api.
Ledakan tersebut nyaris menghanguskan seluruh bangunan rumah dan menyebabkan sembilan orang mengalami luka bakar, terdiri dari tujuh orang dewasa dan dua balita. Para korban luka masing-masing adalah Sumarni (63), Ria (40), Sri Rahayu (21), Weni Widia (40), seorang bayi S (10 bulan), serta N (2 tahun). Salah satu korban diketahui merupakan mahasiswi.
Kapolsek Ilir Timur II Palembang, Kompol M Ismail, membenarkan adanya penambahan korban meninggal dunia dan menjelaskan bahwa sumber ledakan diduga berasal dari kebocoran gas.
“Ledakan dipicu kebocoran tabung gas LPG 12 kilogram yang digunakan untuk memasak. Api kemudian membesar dan membakar rumah,” jelas Kompol Ismail.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat tiba di TKP, api telah berhasil dipadamkan warga secara bergotong royong dengan peralatan seadanya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendataan lebih lanjut terkait insiden tersebut.













