Bogor – Presiden Prabowo Subianto menyerukan kedewasaan dalam berpolitik dan mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi upaya merusak citra Indonesia di mata publik. Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Di hadapan para kepala daerah dan pejabat pusat, Prabowo menilai dinamika politik adalah bagian wajar dari demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa konflik kepentingan personal atau kelompok tidak seharusnya dibawa ke ranah yang merugikan nama baik bangsa secara keseluruhan.
“Ketidaksukaan kepada individu tidak boleh berujung pada upaya menjatuhkan martabat negara,” ujar Prabowo, seraya menekankan pentingnya memisahkan kritik politik dengan kepentingan nasional.
Prabowo juga menyentil sikap oposisi yang kerap menyalurkan ketidakpuasan melalui aksi jalanan. Ia menegaskan bahwa demokrasi telah menyediakan ruang kompetisi yang jelas dan sah, termasuk melalui pemilu mendatang.
Menurutnya, kontestasi politik semestinya diarahkan pada arena yang tepat, bukan melalui tekanan yang berpotensi memicu ketidakstabilan.
“Kalau ingin bertarung secara politik, lakukan secara terbuka dan konstitusional,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prabowo kembali mengingatkan bahaya aksi massa yang berubah menjadi kerusuhan. Ia menilai tindakan anarkis tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai kepentingan masyarakat luas.
“Ketika aksi berujung pembakaran dan kekerasan, yang dirugikan bukan pemerintah, tetapi rakyat dan masa depan bangsa,” tegas Prabowo.












