Palembang — Penyesuaian menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dialami di Sumatera Selatan (Sumsel) di tahun ini sebagai langkah strategis untuk mencegah terjadinya inflasi pangan. Penyesuaian tersebut mencakup pengaturan ulang frekuensi penyajian protein hewani, daging sapi yang akan disajikan satu kali dalam seminggu.
Statistisi Ahli Madya Statistik Distribusi, Tituk Indrawati, mengatakan untuk mecegah terjadinya inflasi pangan harus ada perubahan menu dalam program MBG sebagai langkah awal untuk mengatasi hal tersebut. Daging ayam dan telur akan disajikan dua kali seminggu, sementara daging sapi dan ikan hanya akan disajikan satu kali seminggu.
“Badan gizi nasional akan melakukan perubahan menu dalam MBG yakni untuk mencegah terjadinya inflasi, untuk daging dan telur ayam menjadi dua kali seminggu serta daging sapi dan ikan menjadi satu kali seminggu” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Tituk, mengatakan saat ini jumlah SPPG di Sumatera Selatan masih belum memenuhi target. Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah dapat melakukan rencananya yang akan menambah jumlah dapur umum di Sumatera Selatan. Saat ini jumlah dapur umum yang tersedia masih sekitar 500-an, sementara kebutuhan sekitar harus mencapai 800 dapur umum.
“Pada tahun ini akan ada penambahan dapur umum, karena di Sumatera Selatan itu seharusnya ada sekitar 800-an SPPG, sedangkan sekarang baru ada 500-an,” katanya.
Tituk menjelaskan, penambahan dapur umum berpotensi meningkatkan permintaan bahan pangan, terutama ayam dan telur ayam ras. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat terjadi kenaikan harga di pasaran dan memicu inflasi.
Artikel ditulis oleh Efry Mahasiswa Magang di Urban Id












