Palembang — Ibu Kota Sumsel yakni Palembang akan menjadi pusat perhatian pelaku industri kelapa sawit nasional melalui penyelenggaraan Pekan Benih Sawit 2026 yang digelar pada 12–13 Februari di Hotel Aryaduta. Kegiatan ini menghadirkan pameran benih unggul sekaligus workshop Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) guna memperkuat produktivitas serta keberlanjutan perkebunan sawit milik petani.
Sedikitnya lima produsen benih sawit nasional turut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya penggunaan benih bersertifikat sebagai fondasi peningkatan hasil panen, ketahanan tanaman terhadap penyakit, serta kemampuan adaptasi di berbagai kondisi lahan, termasuk lahan marginal.
Pimpinan Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, menjelaskan Palembang dipilih sebagai lokasi perdana karena peran aktif Sumatera Selatan dalam program PSR serta luasnya areal perkebunan sawit di wilayah tersebut.
“Acara ini terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya. Workshop dan pameran berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum mempercepat adopsi benih resmi sekaligus meningkatkan pemahaman petani terhadap praktik budidaya yang lebih efisien.
“Melalui pameran tersebut, pelaku usaha dan pekebun dapat berinteraksi langsung dengan produsen benih, memperoleh informasi teknis, hingga mengakses pembelian benih legal dengan harga khusus. Skema ini diharapkan mampu memperlancar distribusi benih berkualitas sekaligus menekan penggunaan benih tidak bersertifikat yang berpotensi menurunkan produktivitas, “kata dia.
Selain pameran, workshop PSR menjadi ruang diskusi bagi koperasi dan kelompok tani untuk memahami tahapan peremajaan kebun, dukungan pembiayaan, serta penyediaan sarana prasarana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan.
“Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, industri, dan petani dinilai penting guna memastikan keberhasilan regenerasi tanaman sawit rakyat yang banyak memasuki usia tidak produktif, ” kata dia.













