Bendung air lematang yang sempat jebol akibat naiknya permukaan air sungai lematang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan kini sedang dalam perbaikan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII. Perbaikan itu ditargetkan selesai pada akhir juli 2020.
Kepala BBWSS VIII Birendrajana melalui Kasi Pelaksanaan OP Khairul huda menjelaskan saat ini balon beton sudah ditumpuk pekerjaan perbaikan tersebut menggunakan dana darurat bencan sebesar Rp2,5 miliar.
Selama pengerjaan air baku PDAM tetap dialirkan sebagaimana mestinya memang ia akui sempat dihentikan hingga seminggu pasalnya aliran air tengah dipindahkan untuk tanggul penutup sementara,
“Saat ini hanya penguatan nanti pada program selanjutnya akan dilakukan perkuatan disisi Hulu,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan bendung air lematang pada program tahun 2021 akan dilakukan penguatan sisi hulu ke dataran yang paling tinggi hingga 200 Meter.
“Anggaran perbaikan tersebut bisa menelan dana hingga Rp 40-50 miliar,” imbuhnya.
Dengan design baru tersebut, pihaknya memastikan bendung air lematang akan lebih kuat meski demikian ia mengatakan tingkat kerawanan sungai lematang sulit diprediksi.
“Rawannya itu berkisar 5 tahun sekali air pasang cukup tinggi, tapi kalau bendung sampai jebol itu terakhir tahun 80an,” pungkasnya













