Umat Islam di kota Palembang, Sumatra Selatan mempunyai tradisi dalam memperingati 10 hari Muharram 1442 Hijriah yang jatuh pada 29 Agustus 2020.
Muharram merupakan salah satu bulan dalam kalender hijriah yang diyakini memiliki penuh dengan keberkahan.
Pada hari tahun baru Majelis Raudhatul Ilmi menggelar doa bersama dan membagikan bubur Asyura kepada jemaah dan warga.
Putra pendiri Majelis Raudhatul Ilmi, almarhum KH Ahmad Taufik Hasnuri, Ustadz Muhammad Rizki Aidil Fitri mengatakan tradisi ini sudah dilakukan bertahun-tahun untuk memperingati 10 Muharram.
“Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, kami bagi-bagi bubur Asyura dan sedekah kepada warga, “ujarnya, Sabtu (29/8).
Untuk diketahui tradisi 10 Muharram di Palembang indentik dengan pembuatan bubur Asyura dan dibagikan secara gratis bagi masyarakat yang datang.
Menurutnya pembagian bubur Asyura pada tahun ini berbeda karena tanpa kehadiran sang ayah sekaligus guru, KH Ahmad Taufik Hasnuri yang telah wafat pada 14 November 2019.
Walaupun begitu, Riziki beserta pengurus Majelis Raudhatul Ilmi akan selalu mempertahankan tradisi yang dimulai sejak 30 tahun lalu.
Pada peringatan 10 Muharram 1442 Hijirah pihaknya memasak 1.500 porsi bubur Asyura yang dibagikan ke warga dan jamaah.
“Sejak ba’da Subuh, beberapa warga telah sibuk mempersiapkan pembuatan bubur ini, “ujar Rizki.













