Menu

Mode Gelap

Lifestyle

Berpikir Positif Mampu Membuat Tubuhmu Tidak Mudah Lemas Saat Berpuasa

badge-check


Berpikir Positif Mampu Membuat Tubuhmu Tidak Mudah Lemas Saat Berpuasa Perbesar

Saat puasa tubuh akan menjadi lebih lemas dibanding hari biasanya, tetapi, ada hal sederhana yang mampu membuat tubuhmu tidak lemas selama puasa, berikut penjelasannya.

Kartini Rustandi, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan orang sering lemas saat puasa Ramadan dikarenakan karena otak sudah memikirkan hal itu terlebih dulu.

“Begitu kita bilang ‘saya lemas’ sel-sel tubuh kita juga akan menuruti jadi lemas,” kata Kartini melalui siaran persnya di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ia mencontohkan, ketika seseorang sakit dan mengatakan pada dirinya lemas, pasti dia hanya tidur-tiduran saja. Berbeda jika pikirannya diubah agar tetap bisa bekerja.

“Artinya, mindset kita (mempengaruhi),” imbuh Kartini.

Dibandingkan di luar negeri, puasa di Indonesia tidak ada apa-apanya. Kartini mencontohkan dengan puasa Ramadan di Inggris yang berdurasi hingga sekitar 19 jam.

“Mereka antara buka puasa dan sahur waktunya singkat. Kenapa mereka bisa? Karena mindset,” katanya. Sehingga, tubuh sesungguhnya bisa diatur oleh pikiran.

Semangat semacam itulah yang harus dibangun pada dalam diri mereka yang berpuasa. Keinginan untuk tidak lemas saat menjalani kegiatan sehari-hari.

Dibandingkan di luar negeri, puasa di Indonesia tidak ada apa-apanya. Kartini mencontohkan dengan puasa Ramadan di Inggris yang berdurasi hingga sekitar 19 jam.

“Mereka antara buka puasa dan sahur waktunya singkat. Kenapa mereka bisa? Karena mindset,” katanya. Sehingga, tubuh sesungguhnya bisa diatur oleh pikiran.

Semangat semacam itulah yang harus dibangun pada dalam diri mereka yang berpuasa. Keinginan untuk tidak lemas saat menjalani kegiatan sehari-hari.

Dibandingkan di luar negeri, puasa di Indonesia tidak ada apa-apanya. Kartini mencontohkan dengan puasa Ramadan di Inggris yang berdurasi hingga sekitar 19 jam.

“Mereka antara buka puasa dan sahur waktunya singkat. Kenapa mereka bisa? Karena mindset,” katanya. Sehingga, tubuh sesungguhnya bisa diatur oleh pikiran.

Semangat semacam itulah yang harus dibangun pada dalam diri mereka yang berpuasa. Keinginan untuk tidak lemas saat menjalani kegiatan sehari-hari.

Selain itu, masyarakat juga harus menyeimbangkan antara kegiatan, asupan gizi, istirahat, dan juga ibadah selama masa puasa.

“Terkadang memang susah, tetapi kalau diniatkan kan bisa. Ibadah juga bisa dilakukan di sela-sela pekerjaan yang penuh. Istirahat di sela pekerjaan juga bisa. Coba tidur, diam selama dua menit, setelah itu akan merasa lebih enak,” Kartini menambahkan.

“Untuk kebugaran juga, setiap hari minimal beraktivitas 30 menit. Tetap aktivitas fisik, boleh. Bekerja, tetap. Yang penting bagaimana menyiasatinya dengan cerdas.”

Ia menambahkan, bekerja yang penting bukanlah dengan keras tetapi dengan cerdas. Terlebih lagi di bulan puasa, cara semacam ini bisa mengurangi kegiatan yang tidak diperlukan.
(sherrly)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengenal Skin Barrier dan Cara Menjaganya agar Kulit Tetap Sehat

25 Januari 2026 - 20:16 WIB

Tips Bangun Rumah Anti Banjir agar Aman dan Nyaman

14 Januari 2026 - 18:30 WIB

5 Tanda Child Grooming yang Wajib Diwaspadai

12 Januari 2026 - 19:14 WIB

Tips Pilih Menu Sahur Sehat agar Tubuh Tetap Bertenaga Selama Puasa

12 Januari 2026 - 19:07 WIB

Tips Merawat Laptop agar Tidak Cepat Rusak

11 Januari 2026 - 18:40 WIB

Trending di Gadgets