Palembang — Meski istilah super flu sempat memicu kekhawatiran, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan memastikan situasi penyebaran varian influenza A (H3N2) subclade K masih berada dalam kendali. Hingga awal Januari 2026, tidak ditemukan tambahan kasus baru setelah lima kasus tercatat pada Oktober 2025.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Darsono, menyebut stabilnya data kasus menjadi sinyal positif. Padahal, secara karakteristik, varian tersebut dikenal memiliki tingkat penularan yang relatif cepat.
“Kalau melihat teorinya, harusnya ada peningkatan kasus. Namun sampai sekarang data kita tetap, tidak ada penambahan laporan,” ujar Darsono, Senin (5/1/2026).
Ia menilai, kebiasaan hidup sehat yang terbentuk pascapandemi COVID-19 ikut berperan menahan laju penyebaran virus. Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan diri, penggunaan masker saat sakit, serta respons cepat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dinilai semakin baik.
Meski kondisi terpantau stabil, Dinkes Sumsel menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit penyerta. Gejala super flu pada umumnya mirip influenza biasa, namun dapat berkembang lebih berat pada individu dengan daya tahan tubuh rendah.
Darsono mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala yang dirasakan. Pemeriksaan medis dianjurkan apabila keluhan memburuk atau berlangsung lebih lama dari biasanya.
“Yang penting bukan panik, tapi peka terhadap kondisi tubuh. Pola hidup bersih dan sehat tetap menjadi kunci pencegahan,” katanya.
Dinkes Sumsel memastikan pemantauan epidemiologi terus dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kepada masyarakat juga akan diperkuat agar kewaspadaan tetap terjaga tanpa menimbulkan kepanikan di tengah musim pancaroba.













