Pagar Alam – Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Dempo setelah gunung api tersebut mengalami erupsi pada Selasa dini hari (7/4/2026) sekitar pukul 01.36 WIB. Letusan memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 2.500 meter di atas puncak atau mencapai ±5.673 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur. Aktivitas erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi hampir tiga menit. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di wilayah timur pada radius sekitar 4,7 kilometer dari puncak.
Data pemantauan periode 23 Maret hingga 6 April 2026 menunjukkan aktivitas kegempaan yang masih fluktuatif, terdiri dari gempa frekuensi rendah, vulkanik dalam, tektonik lokal, serta tektonik jauh. Selain itu, terdeteksi tremor menerus dengan amplitudo dominan kecil yang menandakan aktivitas magma masih berlangsung di kedalaman tertentu.
Dari sisi deformasi, pemantauan menggunakan GNSS belum memperlihatkan perubahan signifikan. Namun, alat tiltmeter di Stasiun Tugu Rimau menunjukkan tren inflasi sejak awal April yang mengindikasikan adanya peningkatan tekanan di bawah permukaan gunung.
Status aktivitas Gunung Dempo saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Meski demikian, langkah antisipasi langsung dilakukan untuk meminimalkan risiko bagi masyarakat maupun wisatawan.
Kepala KPH Wilayah X Dempo Hery Mulyono menyatakan bahwa seluruh aktivitas pendakian dihentikan sementara sebagai langkah mitigasi potensi bahaya erupsi freatik dan paparan gas vulkanik di sekitar kawah.
“Masyarakat dan pengunjung diimbau tidak mendekati pusat aktivitas di Kawah Marapi dalam radius 1 kilometer, serta menjauhi arah bukaan kawah hingga 2 kilometer ke sektor utara,” ujarnya.
Petugas juga melakukan pembatalan bagi pendaki yang telah mendaftar, sementara pendaki yang masih berada di jalur diminta segera turun dengan pendampingan tim di lapangan.
Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan bervariasi, mulai cerah hingga hujan dengan suhu berkisar 17–28 derajat Celsius. Pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari ke depan.













