Palembang — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan target ambisius menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit, seiring membaiknya berbagai indikator pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Herman Deru saat memimpin apel gabungan awal tahun 2026 bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel, Senin (5/1/2026). Dalam arahannya, ia menekankan peran krusial aparatur sipil negara (ASN) sebagai penggerak utama kebijakan dan pelayanan publik.
Menurut Deru, capaian Sumsel dalam setahun terakhir menunjukkan tren yang menggembirakan. Selain pertumbuhan ekonomi yang terus menguat dan masuk jajaran tertinggi di Pulau Sumatera, angka kemiskinan berhasil ditekan signifikan dari kisaran 13 persen menjadi sekitar 10,15 persen.
Tak hanya itu, Sumsel juga mencatat prestasi dalam penanganan stunting. Dari daerah dengan prevalensi cukup tinggi, kini Sumsel menempati posisi kedua terendah secara nasional. Capaian tersebut, kata Deru, menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor berjalan efektif.
“Potensi Sumsel sangat besar, baik dari sektor pertanian, perkebunan, maupun kualitas sumber daya manusianya. Tinggal bagaimana kita menjaga konsistensi dan keberpihakan kebijakan,” ujarnya didampingi Wakil Gubernur Cik Ujang.
Memasuki 2026, Herman Deru juga memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menggerus kesejahteraan ASN. Ia menegaskan tidak akan ada pemotongan pendapatan, termasuk bagi PPPK paruh waktu.
“ASN adalah mesin utama pemerintahan. Efisiensi harus cerdas, bukan mengorbankan kesejahteraan dan semangat kerja,” tegasnya.













