Menu

Mode Gelap

News

Herman Deru Dorong RS Siti Khadijah Jadi RS Islam Ikonik 

badge-check


Herman Deru Dorong RS Siti Khadijah Jadi RS Islam Ikonik  Perbesar

PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru terus mendorong agar Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah segera menjadi rumah sakit bernuansa Islami yang ikonik.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan peletakan batu pertama revitalisasi dan pengembangan gedung Rumah Sakit Islam Siti Khadijah, Rabu (14/12) pagi. 

“Impian Saya dan kita semya Sumsel ini harus ada RS Islam yang ikonik namun tidak mencirikan ormas tertentu,” jelasnya. 

Gubernur Herman Deru bahkan mengatakan akan ikut mengendorse, agar masyarakat dan BUMN, BUMD dan perusahaan swasta mau memanfaatkan CSRnya untuk merampungkan gedung 8 lantai RS Islam Siti Khadijah. Sehingga pelayanan kesehatan yang Islami segera terwujud di Sumsel. 

“Kita akan carikan dananya dengan cara yang terhormat karena kita butuh icon layanan kesehatan yang Islami,” paparnya.

Untuk memudahkan informasi bagi masyarakat atau korporasi yang ingin memberikan bantuan, Herman Deru meminta agar pengurus yayasan segera membuat master plan pembangunan atau tata letaknya. Sehingga calon donatur bisa mendapatkan gambaran revitalisasi/ pembangunan yang akan dilakukan. 

Lebih jauh, Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku sangat mengapresiasi spirit pengurus yayasan dan tokoh masyarakat akan kelangsungan RS ini.

Karena menurutnya ini juga menjadi momen yang tepat bagi pengurus yayasan serta tokoh masyarakat untuk meninggalkan legacy yang bermanfaat di masa mendatang. 

“Selama ini orang cenderung tahu legacy itu hanya berupa arsitektur. Padahal perubahan mindset juga bisa menjadi legacy. Dan spirit tokoh-tokoh ini harus kita apresiasi karena ini sangat mahal,” jelasnya. 

Iapun berharap pembangunan ini dapat selesai tepat waktu. Namun ia meminta betul panitia pembangunan memperhatikan hal-hal kecil seperti akses air bersih hingga toilet. 

“Banyak sekali ditemukan gedung mewah luar biasa tapi wastafel tidak ada airnya. Ada juga yang gedung besar dan mewah tapi toiletnya mampet. Nah jangan sampai terjadi hal-hal seperti ini,” jelasnya. 

Di akhir sambutannya Iapun mengapresiasi RS Islam Siti Khadijah yang telah terus tumbuh di usia 48 tahun. Iapun optimis jika ini didorong sedikit lagi maka ekskalasi akan lebih cepat terjadi. 

Sementara itu Ketua umum Pengurus Yayasan Islam Siti Khadijah Palembang, Syahrul Muhammad, mengatakan bahwa revitalisasi dan pembangunan gedung 8 lantai ini tak lain untuk menyikapi perubahan yang sangat drastis saat ini. Baik itu perubahan ilmu teknologi, maupun tuntutan masyarakat. Pembangunan ini juga menyesuaikan peraturan pemerintah mengenai standar suatu RS. 

“Karena itulah RSI Siti Khadijah perlu dilakukan penataan ulang,” jelasnya. 

Saat ini dikatakannya terdapat dana sekitar Rp30 miliar untuk tahap awal pembangunan. Untuk itu pihaknya membuka kesempatan bagi donatur yang ingin memberikan bantuan. 

“Sejauh ini semua keuntungan kota gunakan untuk meningkatkan kepentingan layanan. Kami membuka kesempatan bagi bagi donatur yang ingin menyalurkan bantuan,” jelasnya. 

Usai meletakkan batu pertama, Gubernur Sumsel Herman Deru juga sempat meninjau pelayanan konsultasi stunting dan wasting bagi ibu hamil dan balita. 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Melepas Belenggu APBD: Strategi “Out of the Box” Membangun Muba Melalui Sinergi Non-Anggaran

29 Maret 2026 - 15:51 WIB

Tinjau Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri Pastikan Pemudik Aman

29 Maret 2026 - 14:41 WIB

Di Tengah Dinamika Global, Prabowo Pimpin Ratas Bahas Arah Baru Kebijakan Energi dan Ekonomi Nasional

29 Maret 2026 - 14:37 WIB

Sumsel Siap Jadi Penyangga Pangan, Herman Deru Klaim BBM Dipastikan Tetap Aman

28 Maret 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo Gelar Bazar Rakyat di Monas

28 Maret 2026 - 19:25 WIB

Trending di News