Palembang — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Pengajian Ramadan 1447 Hijriah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan BUMN Provinsi Sumsel di Masjid As Saadah, Mapolda Sumsel, Kamis (19/2/2026) malam.
Kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tersebut diawali dengan Salat Isya berjemaah, dilanjutkan sambutan Gubernur, tausiyah singkat, dan diakhiri dengan Salat Tarawih berjemaah.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan Safari Ramadan kedua yang dilaksanakan Pemprov Sumsel, dengan Polda Sumsel sebagai tuan rumah.
“Safari Ramadan yang kedua ini, Polda Sumsel menjadi tuan rumah. Ini menjadi suatu kehormatan bagi kami, Pemprov Sumsel,” ujar Herman Deru.
Ia menilai momentum Ramadan menjadi ajang mempererat kebersamaan antarpemangku kepentingan.
Menurutnya, suasana kebersamaan seperti ini tidak dapat dilakukan setiap hari karena masing-masing memiliki tugas dan fungsi (tupoksi) yang berbeda, meski tujuan yang hendak dicapai tetap sama, yakni kemaslahatan umat.
“Momentum Ramadan menyatukan kita semua. Tugas masing-masing diatur sesuai tupoksi, tetapi tujuan kita sama untuk kemaslahatan umat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Herman Deru juga menegaskan pentingnya menjaga stabilitas daerah selama Ramadan, khususnya terkait ketersediaan bahan pokok dan pengendalian harga.
Ia menyebutkan, Pemprov Sumsel bersama Forkopimda telah melakukan pemantauan harga sejak awal Ramadan dan akan terus menjaga stabilitas hingga Idulfitri.
“Kita terus memonitor harga bahan pokok sejak awal Ramadan agar tetap stabil hingga Lebaran,” ujarnya.
Herman Deru mengungkapkan, Sumsel selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat inflasi yang terjaga.
Bahkan, Sumsel pernah memperoleh penghargaan nasional sebagai provinsi dengan pengendalian inflasi terbaik.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua agar prestasi tersebut dapat terus dipertahankan,” tegasnya.
Selain inflasi, ia juga menyoroti upaya penurunan angka kemiskinan. Menurutnya, stabilitas harga dan keterjangkauan kebutuhan pokok menjadi faktor penting dalam menekan angka kemiskinan.
“Pemprov Sumsel bersama Forkopimda dan BUMN bekerja bersama. Kemiskinan turun karena kebutuhan dan harga menjadi lebih terjangkau,” katanya.
Ia menambahkan, capaian penurunan kemiskinan di Sumsel telah menembus satu digit dan menjadi catatan penting dalam pembangunan daerah.
“Ini sejarah karena sudah turun satu digit, dan tentu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” ujar Herman Deru.
Menjelang arus mudik Lebaran, Herman Deru juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan. Ia mengatakan, curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan.
Pemprov Sumsel, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait perbaikan jalan nasional.
Langkah penanganan sementara, seperti penutupan lubang jalan, akan dilakukan hingga Lebaran guna menjamin kelancaran arus lalu lintas.
“Kita kondisikan jalan menghadapi Lebaran karena lalu lintas akan meningkat. Jalan nasional sudah dikoordinasikan, dan lubang-lubang akan ditutup sementara hingga Lebaran,” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Safari Ramadan tersebut.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi, dan menjaga kekompakan Forkopimda serta mitra BUMN di Sumsel.
“Semoga Safari Ramadan ini menjadi cara kita memperkuat silaturahmi di bulan yang penuh berkah,” pungkasnya.













