Palembang —Tren penularan HIV/AIDS di Sumatera Selatan menunjukkan sinyal penurunan sepanjang 2025. Namun, data Dinas Kesehatan Sumsel mengungkap fakta lain yang tak kalah mengkhawatirkan: hampir separuh kasus baru masih terkonsentrasi di Kota Palembang.
Sepanjang 2025, tercatat 907 kasus baru HIV/AIDS di Sumsel. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai 992 kasus, tetapi tetap lebih tinggi jika dibandingkan periode 2021 hingga 2023. Kondisi ini menandakan penurunan yang belum sepenuhnya aman.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, menjelaskan bahwa dari total kasus tersebut, 609 orang terinfeksi HIV dan 298 orang sudah berada pada tahap AIDS.
“Total kasus baru sepanjang 2025 mencapai 907 orang. Ini menunjukkan masih adanya penularan aktif di masyarakat,” ujar Ira, Senin (19/1/2026).
Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 451 orang. Angka ini setara hampir 50 persen dari total kasus di seluruh Sumsel. Rinciannya, 335 orang terinfeksi HIV dan 116 orang telah berkembang menjadi AIDS.
Selain Palembang, sejumlah daerah lain juga mencatat angka yang cukup signifikan, seperti Lubuklinggau dengan 75 kasus, Musi Banyuasin 64 kasus, OKU Timur 49 kasus, serta Muara Enim 44 kasus. Sementara itu, kabupaten/kota lain mencatat kasus di bawah 40 orang, dengan Muratara menjadi daerah dengan jumlah terendah, yakni tiga kasus.












