Palembang – Pemerintah dan operator transportasi publik di Palembang menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas warga pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Salah satunya dilakukan melalui penambahan jam operasional dan jumlah perjalanan LRT Sumsel, yang menjadi moda andalan masyarakat menuju pusat keramaian kota.
Kawasan ikonik seperti Jembatan Ampera, Masjid Agung, Monpera, hingga air mancur diperkirakan kembali dipadati warga saat malam tahun baru. Untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan memberi alternatif perjalanan yang aman, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) melakukan penyesuaian layanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan penyesuaian layanan difokuskan pada malam puncak pergantian tahun, Selasa, 31 Desember 2025.
“Pada malam tahun baru, jumlah perjalanan LRT Sumsel kami tingkatkan signifikan agar masyarakat dapat bepergian dengan nyaman dan tidak bergantung pada kendaraan pribadi,” ujarnya.
Khusus 31 Desember 2025, LRT Sumsel menambah 16 perjalanan, sehingga total menjadi 110 perjalanan dari biasanya 94 perjalanan. Operasional diperpanjang hingga pukul 02.09 WIB, 1 Januari 2026.
Kereta terakhir diberangkatkan dari **Stasiun DJKA pukul 00.39 WIB dan tiba di Stasiun Asrama Haji pukul 01.20 WIB. Sementara keberangkatan terakhir dari Stasiun Asrama Haji menuju DJKA berlangsung pukul 01.27 WIB dan tiba pukul 02.09 WIB.
Penyesuaian juga dilakukan pada hari-hari awal tahun 2026. Pada 1 Januari, LRT Sumsel menambah 8 perjalanan menjadi total 102 perjalanan, dengan kereta terakhir dari Stasiun Bandara menuju DJKA tiba pukul 23.03 WIB.
Sedangkan pada 2, 3, dan 4 Januari 2026, penambahan perjalanan tetap dilakukan sebanyak 8 perjalanan di sela waktu operasional yang telah ditetapkan, dengan kedatangan terakhir dari Stasiun Bandara ke DJKA pukul 20.43 WIB.
Selain menambah frekuensi perjalanan, operator juga menyiagakan petugas secara penuh hingga perjalanan terakhir.
“Petugas stasiun, awak kereta, pengamanan, kebersihan, hingga pusat kendali kami siapkan untuk memastikan operasional berjalan lancar,” jelas Aida.
Ia juga mengimbau penumpang untuk mematuhi seluruh aturan keselamatan, termasuk larangan membawa *kembang api, petasan, atau barang mudah terbakar* ke area stasiun maupun kereta.
Hingga pekan terakhir Desember 2025, LRT Sumsel tercatat telah melayani 4.604.794 penumpang, dengan rata-rata harian 12.618 penumpang.
“Harapannya, pada tahun 2026 minat masyarakat menggunakan LRT Sumsel terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran akan transportasi publik yang aman dan ramah lingkungan,” pungkas Aida.












