Palembang — Suasana berbeda tampak di lingkungan SMK PGRI 1 Palembang pada hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang Lebaran, Senin (30/3/2026). Kegiatan halal bihalal yang biasanya berlangsung formal, kali ini dikemas secara kreatif dengan menghadirkan pedagang kuliner ke dalam lingkungan sekolah.
Sejumlah pedagang seperti bakso, cilok, tekwan, siomay hingga es puter tampak berjajar di halaman sekolah dengan gerobak dagangannya. Kehadiran mereka bukan sekadar meramaikan suasana, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para siswa.
Kepala SMK PGRI 1 Palembang, Nurhidayatika, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam memahami dunia usaha, khususnya sektor kuliner.
“Kami ingin halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memiliki nilai edukatif. Siswa bisa belajar langsung dari para pelaku usaha yang sudah berpengalaman,” ujarnya.
Menurutnya, konsep ini dirancang agar siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat dan mempraktikkan langsung bagaimana proses berjualan dilakukan.
“Mulai dari cara penyajian makanan, pengemasan, hingga bagaimana mencatat pendapatan, semua bisa mereka pelajari langsung di lapangan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampak antusias berinteraksi dengan para pedagang. Mereka tidak hanya membeli makanan, tetapi juga aktif bertanya mengenai strategi berjualan, modal usaha, hingga tantangan yang dihadapi sehari-hari.
Nurhidayatika juga mengatakan, saat ini SMK PGRI 1 Palembang tengah membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2026/2027. Sekolah vokasi tersebut saat ini memiliki memiliki empat jurusan yakni Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AK), Bisnis Daring dan Pemasaran (PS), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (ADM) dan Perhotelan (PH).
“Kami mengajak orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah kami dan menjadi bagian keluarga besar SMK PGRI 1 Palembang,” tegasnya.
Salah satu pedagang cilok, Nuraini, mengaku senang bisa dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Ia yang telah berjualan selama belasan tahun membagikan pengalamannya kepada para siswa.
“Senang sekali bisa berbagi pengalaman. Tadi banyak siswa yang tanya bagaimana cara mulai usaha, cara menarik pembeli, sampai menghitung keuntungan,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini bisa memotivasi siswa untuk berani memulai usaha sejak dini.
“Kuncinya itu sabar dan konsisten. Usaha kecil seperti ini kalau dijalani dengan tekun bisa jadi sumber penghasilan,” pungkasnya. (rilis)













