Menu

Mode Gelap

News

Petani Karet di OKI Ditemukan Tak Bernyawa Usai Sempat Pulang dengan Sikap Tak Biasa

badge-check


Ilustrasi kebun karet. Foto : Istock Perbesar

Ilustrasi kebun karet. Foto : Istock

OKI — Seorang petani karet bernama Imam Safei (40), warga Desa Muara Burnai 2, ditemukan meninggal dunia di kebun karet miliknya pada Senin (16/2/2026). Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya, lantaran korban sempat pulang ke rumah dengan perilaku tak seperti biasanya sebelum akhirnya kembali ke kebun dan tak pernah kembali lagi.

Peristiwa bermula pada Minggu sore (15/2/2026). Usai menyelesaikan aktivitas menyadap karet sejak pagi, Imam kembali ke kebun pada sekitar pukul 16.00 WIB untuk memberi cairan pengental getah. Kebun tersebut berada tak jauh di belakang rumahnya dan saat itu diketahui tengah terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Menjelang azan Ashar, istri korban menyusul ke kebun untuk mengajak pulang dan melaksanakan salat. Tak lama kemudian, Imam memang terlihat kembali ke rumah sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, keluarga menangkap kejanggalan yakni korban pulang dalam kondisi diam, tak menyapa, bahkan tak merespons saat diajak bicara—berbeda dari kebiasaan sehari-harinya.

“Biasanya beliau suka ngobrol, memanggil anaknya. Tapi sore itu benar-benar diam,” ujar Andi, warga setempat yang ikut dalam pencarian.

Tak lama setelah itu, Imam kembali menuju kebun. Hingga azan Magrib berkumandang, ia tak juga pulang. Kekhawatiran keluarga memuncak dan warga pun bergotong royong melakukan pencarian sejak malam hari.

Upaya penyisiran berlangsung hingga pagi. Sekitar pukul 08.30 WIB, secercah petunjuk ditemukan: topi milik korban. Tak jauh dari lokasi itu, di sekitar pintu air dekat kebun, tubuh Imam ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Diduga kuat, korban terpeleset di area kebun yang tergenang dan terseret arus banjir hingga tenggelam.

Camat Kecamatan Lempuing Jaya, Roni Santosa, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi kebun karet saat itu memang berbahaya akibat genangan banjir yang cukup tinggi dan arus air yang tak terlihat deras di permukaan.

“Kemungkinan besar korban terpeleset dan terbawa arus. Jenazah telah dimakamkan oleh keluarga di TPU setempat,” jelas Roni.

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cemburu Membara, Kontraktor Lepaskan Lima Tembakan ke Rumah Kontrakan Kekasihnya di Muara Enim

17 Februari 2026 - 15:25 WIB

Trailer Alat Berat Miring di Dekat Rel, Arus Lintas Gunung Megang–Prabumulih Tersendat Semalaman

17 Februari 2026 - 15:05 WIB

LRT Sumsel Beri Ruang Berbuka di Perjalanan, Toleransi Ramadan untuk Penumpang

17 Februari 2026 - 15:01 WIB

Polri Proses Kode Etik Berat Mantan Kapolres Bima Kota

17 Februari 2026 - 09:01 WIB

Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Narkoba

17 Februari 2026 - 08:58 WIB

Trending di News