Baturaja — Tugas mengantarkan paket berubah menjadi mimpi buruk bagi Arif, seorang kurir ekspedisi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Ia nyaris meregang nyawa setelah diserang pelanggannya sendiri saat menagih pembayaran barang pesanan dengan sistem Cash on Delivery (COD).
Insiden kekerasan tersebut terjadi di Dusun Trimulyo, Desa Martajaya, Kecamatan Lubuk Raja, Minggu (4/1/2026) siang. Pelaku diketahui berinisial SO (16), yang diduga nekat melakukan penyerangan karena tidak puas terhadap barang pesanan senilai Rp1,5 juta.
Kapolsek Lubuk Raja, Ipda Indra Gunawan, menjelaskan korban awalnya datang untuk menyelesaikan transaksi sesuai prosedur pengantaran. Namun situasi berubah ketika pelaku menolak membayar dengan alasan barang tidak sesuai ekspektasi.
“Pelaku sempat meminta korban menunggu dengan alasan mengambil uang. Dalam kondisi lengah, korban justru diserang dari belakang menggunakan senjata tajam,” ungkap Indra, Selasa (6/1/2026).
Serangan mendadak itu menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian leher dan dada. Meski sempat berupaya mempertahankan diri, korban tidak mampu menghindari luka tusuk yang mengakibatkan pendarahan hebat.
Warga sekitar kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke Klinik Rawat Inap Batumarta Dua. Karena kondisi luka cukup parah, Arif selanjutnya dirujuk ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Kasus ini menjadi perhatian aparat karena pelaku masih berstatus anak di bawah umur. Kepolisian bersama aparat kewilayahan memilih langkah persuasif dengan mendatangi keluarga pelaku sebelum akhirnya membawa SO ke Mapolsek Lubuk Raja pada Senin (5/1/2026) pagi.
“Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan. Penanganan dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku bagi anak,” kata Indra.













