Palembang – Duka mendalam menyelimuti keluarga Sri Wulandari (53), pekerja program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditemukan meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang selama beberapa hari. Di tengah tragedi tersebut, keluarga angkat bicara untuk meluruskan isu yang beredar terkait dugaan hubungan khusus antara korban dan pelaku.
Anak korban, Indy Azzahra Adriani, menegaskan bahwa ibunya tidak memiliki hubungan personal dengan pelaku selain sebatas rekan kerja di dapur MBG. Ia membantah keras isu adanya kedekatan maupun keterlibatan sebagai orang ketiga.
“Tidak ada hubungan apa pun. Ibu saya dan pelaku hanya teman kerja biasa, tidak lebih,” ujar Indy, Rabu (28/1/2026).
Sri Wulandari, warga Jalan KH Balqi Banten 2, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, dilaporkan hilang sejak Kamis (22/1/2026). Keluarga terakhir kali berkomunikasi dengan korban pada pagi hari sebelum kepergiannya.
Menurut Indy, sang ibu sempat berpamitan untuk membantu pelaku yang meminta diantar ke Travel Musi 6 dengan tujuan Prabumulih. Pelaku berdalih ingin menemui anak dan istrinya.
“Ibu bilang hanya mengantar sebagai teman kerja. Itu komunikasi terakhir kami,” ungkapnya lirih.
Kabar meninggalnya Sri Wulandari baru diterima keluarga pada Rabu pagi (28/1/2026) setelah pihak kepolisian memberikan konfirmasi resmi. Jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka sekitar pukul 12.00 WIB melalui koordinasi RSUD Prabumulih dan Polsek Lebak, sebelum dimakamkan di TPU Telaga Swidak pada sore harinya.
Selain kehilangan orang tercinta, keluarga juga menyoroti dugaan perampasan harta benda. Sepeda motor korban yang digunakan saat mengantar pelaku serta dokumen BPKB diketahui tidak ditemukan.
“Kendaraan ibu hilang. Ini yang membuat kami yakin ada motif lain,” kata Indy.
Atas rangkaian kejadian tersebut, keluarga mendesak kepolisian untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh dan tidak menutup kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana.
“Kami percaya ini bukan kejadian spontan. Kami minta polisi mengungkap motif sebenarnya dan memberi hukuman setimpal kepada pelaku,” tegasnya.
Buatkan judul












