Memasuki arus mudik lebaran 2019, tiket kereta api jenis ekonomi masih menjadi pilihan masyarakat Kota Palembang untuk pulang kampung. Saat puncak arus mudik transportasi kereta api di Palembang dipastikan akan terjadi pada H-5 hari Raya Idulfitri.
Meskipun belum mencapai puncaknya hingga hari ini tiket kelas Ekonomi telah habis dibeli untuk para pemudik dan menyisakan tiket kelas Bisnis dan Eksekutif. Terlihat kereta api tujuan akhir Kota Lampung dan Kota Lubuk Linggau harus gigit jari. Pasalnya, kereta api kelas ekonomi Raja Basa dan Sarelo sudah habis terjual.
EVP Divre III Palembang, Mochamad Purnomosidi mengatakan tingginya minat masyarakat menggunakan tiket kelas lantaran harganya yang terjangkau, disertasi fasilitas yang sudah sangat nyaman sehingga masyarakat lebih memilih tiket jenis tersebut. “Tiket ekonomi masih jadi favorit, karena memang harganya murah dan fasilitas sudah sangat baik. Terbukti tiket untuk tanggal 26 Mei sampai 15 Juni sudah ludes,” kata Purnomosidi usai upacara gelar pasukan di halaman Stasiun Kertapati Palembang, Minggu (26/5).
Berbeda dengan kelas ekonomi, untuk tiket kereta api jenis eksekutif dan bisnis masih tersedia. Hingga saat ini dua jenis tiket tersebut baru terjual sekitar 60 persen. “Untuk eksekutif dan bisnis tiketnya hingga saat ini masih ada, karena penjualan tiketnya baru terjual 60 persen,” ungkapnya..
Selain itu, dirinya menjelaskan untuk tahun ini masa angkutan lebaran dimulai sejak tanggal 26 Mei sampai tanggal 16 Juni. Selama masa arus mudik pihaknya telah menyiapkan sebanyak 81.984 tempat duduk untuk kereta tujuan Kertapati- Tanjungkarang dan Kertapati-Lubuklinggau. “Rata-rata perhari kita siapkan 3.738 tempat duduk untuk semua kelas. Bagi yang belum kedapatan tiket kelas eksekutif dan bisnis masih tersedia,” jelasnya.
Lebih Lanjut, pada arus mudik tahun ini PT KAI mengeluarkan ketentuan baru yang harus diperhatikan para penumpang, yaitu barang bawaan penumpang masing-masing maksimal 20 kilogram atau dimensi barang tidak lenih dari 100 dm3 (70x48x30cm). Saat bepergian membawa barang bawaan, maka si penumpang harus membeli barang bawaan. “Biaya tambahannya Rp 10.000 untuk jelas eksekutif, Rp 6.000 kelas bisnis dan Rp 2.000 kelas ekonomi,” pungkasnya.













