115 Atlet Sumsel Bakal Turun di PON Papua

0

Urban ID - class="p1">Sebanyak 115 atlet Sumatera Selatan memastikan diri melaju ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

Hal itu disampaikan Plt Ketum KONI Sumsel Dhennie Zainal pada sambutan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Sumatera Selatan KONI Sumsel di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sabtu (21/12/2019).

Dari hasil prapon dan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X di Bengkulu, ada 115 atlet yang berhasil mengamankan tiket PON di Papua.

Dilihat dari jumlah atlet yang turun, diakui Dhennie menurun dari PON Jabar 2016 lalu, yang berjumlah 220 atlet.

“Ini tentunya harus jadi pemikiran kita bersama dan harus diperbaiki supaya olahraga Sumsel bangkit lagi,” ujarnya.

Pada Porwil X di Bengkulu beberapa waktu lalu, Dhennie mengakui jika itu menjadi Porwil terburuk dari pertama sampai porwil kesembilan.

“Kita peringkat ke-9 dari 10 provinsi, tidak ada yang salah. Itu jadi tanggungjawab saya sebagai Plt Ketum KONI Sumsel. Saya mohon maaf atas prestasi menurun ini,” katanya.

Setelah Porwil, Sumsel menggelar Porprov XII di Prabumulih dengan mempertandingkan 30 cabor.

“Meski ada riak-riak, tapi Porprov berhasil terlaksana. Tapi, itu tetap jadi evaluasi kita,” ujarnya.

Diharapkan, dengan Musorprov KONI Sumsel yang sedang berjalan, bisa menghasilkan kepemimpinan dan kepengurusan yang lebih baik dari 2016-2020.

Di tempat yang sama Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen Purn Soewarno, memberikan petuahnya soal melakukan evaluasi guna mengangkat prestasi atlet.

Untuk melakukan evaluasi terkait prestasi atlet harus menyeluruh. Setidaknya ada beberapa hal bisa dilihat, yakni, kebijakan pemerintah provinsi setempat, organisasi dalam hal ini KONI, sarana dan prasarana bagi atlet, kompetisi di provinsi itu, tenaga olahraga dan terakhir anggaran.

Dari poin tadi, bisa di klasifikasi lagi yang berkaitan dengan pemerintah daerah yakni kebijakan, sarana dan anggaran.

“Tapi jika organisasi jadi penyebab, itu artinya kesalahan yang perlu di perbaiki pada bapak-bapak atau ibu,” ujarnya.

Satu pesan KONI Pusat, Musorprov KONI Sumsel, diharapkan menghasilkan keputusan sesuai kebutuhan. Jika tidak sesuai kebutuhan maka target bakal semakin jauh tercapai.

“Musorprov KONI Sumsel adalah arena musyawarah, bukan justru melahirkan masalah,” ucapnya.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, menambahkan, jika Ketua KONI Sumsel kedepan bakal mengemban tugas yang cukup berat.

“Jangan sampai prestasi begitu jomplang dengan venue yang kita miliki,” ujarnya.

Ketua KONI Sumsel kedepan harus mampu mengangkat prestasi atlet, tapi perlu dipertegas jika itu jadi tanggungjawab bersama.

“Lakukanlah dengan musyawarah, semoga Musorprov KONI Sumsel bia menghasilkan keputusan terbaik,” ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini Musorprov KONI Sumsel masih berjalan. Rapat diperkirakan selesai malam nanti. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here