Menu ✖

Mode Gelap

News

Angkat Fesyen Kain Tradisional, Muba Gelar Lomba Desaign Motif Gambo

badge-check


Angkat Fesyen Kain Tradisional, Muba Gelar Lomba Desaign Motif Gambo Perbesar

Guna mengangkat fesyen kain tradisional, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar lomba desain motif Gambo yang merupakan produk kain eco fashion dari limbah getah gambir. Ketua Dekranasda Kabupaten Muba, Thia Yufada, mengatakan lomba tersebut terbuka bagi semua pecinta fesyen di Tanah Air, dan dimulai dimulai pada periode Maret-Juni 2020. untuk dapat mengikutinya, peserta diwajibkan mendaftar secara online di Http://bit.Iy/LombaDesainMotifGambo2020. “Desain yang diikutsertakan pada lomba harus bisa diaplikasikan seperti pada kain, kertas daur ulang, dan material lainnya,” kata Thia, Minggu (1/3).

Thia bilang, dalam lomba desain kali ini, panitia menyiapkan hadiah hingga puluhan juta rupiah. Terdiri dari juara pertama Rp15 juta, lalu kedua 2 Rp 12 juta, dan juara ketiga Rp10 juta. Kemudian ada juga hadiah bagi juara harapan sebesar Rp 5-7,5 juta.
“Untuk syarat dan ketentuan peserta, yakni WNI dan WNA, perorangan, karya orisinil, mengisi pendaftaran online, dan karya pemenang akan menjadi pemilik panitia. Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi kontak 082182295666,” katanya.

Menurutnya, produk eco fashion Gambo Muba ini sudah menarik perhatian banyak pihak baik di level nasional maupun mancanegara. Bahkan pada pameran UMKM di Jakarta belum lama ini, Presiden RI, Joko Widodo pun memborong wastra nusantara khas Musi Banyuasin ini. “Kami terus berupaya untuk memperluas pangsa pasar dengan produk non fesyen. Seperti menjadi bahan untuk kelengkapan furniture dan interior di hotel bintang lima di Jakarta,” katanya.
Thia menyebut Gambo Muba mampu mengangkat ekonomi petani getah gambir, dengan mendapatkan nilai tambah dari limbah getah gambir, serta mampu meningkatkan penghasilan rumah tangga karena dikerjakan oleh tangan-tangan terampil kaum perempuan di desa. “Gambo Muba adalah tekstil khas metode jumputan, diwarnai dengan dicelup getah gambir yang awalnya dianggap limbah dan dibuang percuma. Kami tidak menghasilkan limbah kimia tetapi memanfaatkan limbah kimia getah gambir untuk pewarna Gambo Muba,” katanya. (jrs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Sumsel Dobrak 40 Titik Sarang Narkoba dalam Seminggu

17 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Sapu Bersih Sarang Narkoba di 3-4 Ulu, Pemkot Palembang Perketat Pengawasan dan Tata Lingkungan

17 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Asa Baru dari Kota Tertua: Ketika Angka Kemiskinan Palembang Terus Terkikis

17 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Optimalkan Operasional Penyaluran BBM untuk Atasi Barisan Kendaraan di Sulawesi Utara

17 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pertamina Patra Niaga Siagakan Operasional 24 Jam untuk Percepat Pemulihan Layanan BBM di Bali

17 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Trending di News