Menu

Mode Gelap

News

Mawardi Yahya Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan 2021

badge-check


Mawardi Yahya Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan 2021 Perbesar

PALEMBANG – Berbagai upaya dilakukan Pemprov Sumsel untuk meningkatkan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial maupun ekonomi. Selain gencar melakukan sosialisasi, Pemprov juga mendorong pembentukan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Wilayah Sumsel.

 

Menurut Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, lahirnya Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPRD, dan DPD khususnya Pasal 53 mengenai Daftar bakal Calon Anggota Legislatif paling sedikit 30% keterwakilan Perempuan, memberikan kesempatan perempuan untuk menunjukkan perannya.

 

” Ini juga merupakan wujud emansipasi yang diharapkan semua perempuan di Indonesia. Maka ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Silahkan berkarir setinggi mungkin di bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi tapi ingat jangan lupa kodrat dan kewajiban sebagai ibu rumah tangga, ” tegas Mawardi Yahya saat membuka Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan dibidang Politik, Hukum, Sosial,dan Ekonomi Kewenangan Provinsi Tahun 2021 dalam Rangka Pencapaian 30 persen Keterwakilan Perempuan Sumatera Selatan 2024 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Gedung Perjuangan Wanita Sumsel, Rabu (7/7).

 

Sebagai Organisasi Independen KPPI dapat menjadi tempat atau wadah aktivitas dan kreativitas Perempuan lintas antar Partai Politik, LSM dan Organisasi Masyarakat dalam memberikan ide-ide maupun gagasan kreatif dapat mendorong tumbuhnya semangat Perempuan agar dapat turut ikut serta pada proses penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan khususnya Wilayah Sumatera Selatan.

 

“Saya sangat mengapresiasi atas kepedulian yang dilakukan oleh KPPI Wilayah Sumatera Selatan untuk mengajak Perempuan dalam menggunakan hak, turut serta dalam politik. Dengan dibentuknya KPPI Wilayah Sumsel diharapkan dapat meningkatkan 30 persen angka keterwakilan perempuan pada konstelasi Politik,” jelasnya.

 

Dengan model perekrutan berupa meritokrasi (berdasarkan prestasi) dan partisan yang menyebabkan perekrutan keterwakilan perempuan pada kontestasi Pemilu bersifat pragmatis tidak menjadi penghalang bagi oerempuan unyuk  dapat turut serta dalam dunia politik,” jelasnya.

 

Mawardi berharap dengan acara sosialiasi ini dapat meningkatkan keterwakilan perempuan sehingga hak-hak politik khususnya perempuan dapat tersampaikan demi memajukan pembangunan di Provinsi Sumsel.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumsel Henny Yulianti S.Ip. M.M mengatakan, kegiatan yang mengambil tema Peningkatan Kapasitas Perempuan Politik dalam Rangka Pencapaian 30 persen Keterwakilan Perempuan Sumsel 2024 ini diikuti sebanyak 200 peserta.

 

“Ada sebanyak 200 peserta yang ikut sosialisasi ini. Sebagian  besar diantaranya dari KPPI Sumsel. Harapan kita dengan adanya sosialiasi ini peran perempuan bukan hanya di bidang politik, tapi bidang hukum, bidang sosial dan ekonomi dapat meningkat,” jelas Henny.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Ramadan, Polda Sumsel Persempit Ruang Gerak Premanisme dan Miras Ilegal

22 Februari 2026 - 21:52 WIB

Sekda Edward Candra Hadiri Pengajian Ramadan, Perkuat Sinergi Pemprov dan DPRD Sumsel

22 Februari 2026 - 17:30 WIB

PLTSA Palembang Mampu Kurangi 1.000 Ton Sampah per Hari

22 Februari 2026 - 14:06 WIB

10 Makanan Khas Palembang yang Cocok Jadi Takjil Buka Puasa

22 Februari 2026 - 13:56 WIB

Klaim Setahun Toha–Rohman: Lunasi Utang Daerah Rp350 Miliar Hingga Kemiskinan Turun ke 9,97 Persen

22 Februari 2026 - 04:56 WIB

Trending di News