Palembang — Siswa di Palembang belum menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama masuk sekolah semester ini. Pemerintah memastikan penyaluran MBG baru akan dilakukan secara serentak mulai Kamis, 8 Januari 2026, setelah seluruh layanan pendukung dinyatakan siap.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang, Nurya Hartika, mengatakan penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari persiapan teknis. Waktu jeda tersebut dimanfaatkan untuk memastikan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mitra dapur dalam memenuhi standar keamanan pangan.
Menurut Nurya, awal Januari menjadi fase penting untuk menata kembali proses pengolahan makanan, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Pemerintah ingin memastikan setiap porsi MBG yang diterima siswa aman dan sesuai standar gizi.
“Distribusi akan kembali dilakukan secara bersamaan mulai 8 Januari. Masa persiapan ini diperlukan agar pelaksanaannya berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah di lapangan,” ujarnya.
Selama MBG belum disalurkan, pihak sekolah diminta menyampaikan informasi kepada orang tua agar siswa membawa bekal dari rumah. Sosialisasi tersebut telah diteruskan kepada seluruh mitra dapur dan pengelola SPPG di wilayah Palembang.
Salah satu mitra SPPG di Kecamatan Gandus, Teddy, menyampaikan bahwa koordinasi dengan sekolah telah dilakukan sejak awal. Pemberitahuan kepada wali murid diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman selama masa jeda penyaluran.
Pemerintah menargetkan, setelah kembali berjalan pada 8 Januari, distribusi MBG dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan tepat sasaran seiring normalnya kegiatan belajar mengajar.













