Suasana haru menyelimuti rumah duka almarhum Kms. H. Abdul Halim Ali atau yang akrab disapa Haji Halim di Jalan Dr. M. Isa, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Di tengah lantunan doa dan isak tangis pelayat, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, datang menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang pesan terakhir tokoh masyarakat Sumatera Selatan tersebut.
Ratu Dewa mengungkapkan, pesan itu disampaikan langsung oleh almarhum saat dirinya menjenguk Haji Halim di rumah sakit beberapa waktu lalu. Pesan sederhana, namun sarat makna: Palembang harus terus dijaga sebagai kota yang religius, damai, dan tertata dengan baik.
“Beliau berpesan agar Palembang benar-benar menjadi kota yang religius, syiar Islam terus dikembangkan, dan kota ini ditata dengan lebih baik,” ujar Ratu Dewa.
Kepergian Haji Halim meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan. Sosoknya dikenal luas sebagai dermawan yang senyap, namun nyata. Kepeduliannya tak hanya dirasakan di Kota Palembang, tetapi juga di berbagai daerah di Sumatera Selatan, terutama dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
“Kami merasa benar-benar kehilangan. Almarhum adalah figur yang tulus peduli pada sesama dan kehidupan keagamaan masyarakat,” kata Ratu Dewa.
Sejak pagi, pelayat terus berdatangan ke rumah duka. Tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, hingga warga biasa tampak larut dalam suasana takziah, mendoakan sosok yang semasa hidupnya dikenal rendah hati dan gemar berbagi.
Di tengah suasana tersebut, putra almarhum, Kms. H. Umar Halim, menyampaikan kabar duka dengan mata berkaca-kaca. Ia mewakili keluarga besar memohon doa dan keikhlasan dari seluruh masyarakat.
“Kami mohon doa agar ayahanda kami mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga seluruh amal ibadahnya diterima dan segala kekhilafannya diampuni,” ujarnya.
Umar juga menjelaskan bahwa jenazah almarhum akan disalatkan di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga pada Jumat, 23 Januari 2026 usai Salat Jumat.
Ia menutup dengan mengenang pesan yang selalu disampaikan sang ayah sepanjang hidupnya. Hidup dalam kedamaian dan saling memaafkan.
“Pesan beliau selalu tentang damai. Kami mohon dengan tulus, jika ada kesalahan almarhum semasa hidup, kiranya dapat dimaafkan dan diikhlaskan,” tutupnya.












