Palembang – Gubernur Sumsel, Herman Deru, dan Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, meminta Bank Sumsel Babel dapat mengevaluasi penyaluran kredit dan tingkat suku bunga di tahun 2026 ini.
Hal itu disampaikan keduanya usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumsel Babel tahun buku 2025 di Novotel Palembang, Kamis, 12 Februari 2026.
Herman Deru, mengatakan berdasarkan saran dari para pemegang saham untuk meningkatkan kinerja Bank Sumsel Babel maka agar mengevaluasi penyaluran kredit.
“Kredit dari Bank Sumsel Babel sejauh ini masih tinggi kredit konsumtif daripada produktifnya. Ini harus diperbaiki dan sudah ditargetkan,” katanya.
Menurutnya, porsi antara kredit konsumtif dan produktif di Bank Sumsel Babel saat ini belum berimbang di angka berkisar 70:30 persen.
“Kita berharap ke depan minimal bisa 50:50,” jelasnya.
Sementara Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengatakan tugas Dirut baru Bank Sumsel Babel nantinya dapat lebih memerhatikan besaran suku bunga kredit.
“Kalau saat ini bisa dikatakan (suku bunga) masuk jajaran yang tertinggi di Indonesia. Nah ini mau kita turunkan,” katanya.
Selain itu, dirut Bank Sumsel Babel yang baru nantinya dapat membuat perubahan ke arah yang lebih positif dan membawa bank ini go-nasional.













