Jakarta – Bulan suci Ramadan dimanfaatkan PT Pertamina Drilling Services Indonesia untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan perusahaan. Melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Jakarta, perusahaan juga menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim piatu dan dhuafa.
Kegiatan yang mengusung tema “Energi untuk Melangkah Penuh Harapan”tersebut dihadiri Komisaris Utama Gema Iriandus Pahalawan, Komisaris Adhi Brahmantya, jajaran manajemen, serta para pekerja Pertamina Drilling di kantor pusat.
Selain berbuka puasa bersama, rangkaian acara juga diisi dengan khataman Al-Qur’an, tausiyah Ramadan, sholat Maghrib berjamaah, serta penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa.
Direktur Utama Avep Disasmita mengatakan, Ramadan menjadi momen penting untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah aktivitas perusahaan.
“Energi yang kita kelola tidak hanya untuk mendukung operasional dan ketahanan energi nasional, tetapi juga harus menghadirkan harapan bagi sesama. Kebersamaan ini memperkuat solidaritas dan semangat berbagi,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Pertamina Drilling terus berupaya menjaga kinerja operasional sekaligus membangun budaya perusahaan yang mengedepankan nilai kebersamaan, integritas, dan kepedulian.
Sementara itu, Ketua Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina Drilling, Firmansyah Arifin, menilai Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mempererat ukhuwah serta meningkatkan kualitas keimanan para pekerja.
“Ramadan mengajarkan empati, kesabaran, dan keikhlasan. Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan juga diisi tausiyah yang disampaikan oleh Fachrurozi Ibnu Mu’allim yang mengingatkan pentingnya menjaga niat, memperkuat iman, serta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah.
Suasana haru terasa saat santunan diberikan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Bantuan tersebut juga mencakup dukungan operasional bagi panti asuhan yang menaungi mereka.













