Palembang — Keberangkatan 443 jemaah haji Kloter 1 asal Kabupaten OKU Timur dari Embarkasi Palembang tidak hanya menjadi momen awal perjalanan spiritual, tetapi juga diiringi pesan kuat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar jemaah benar-benar memusatkan diri pada ibadah.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Aula Asrama Haji Sumsel, Rabu (22/4/2026) dini hari. Asisten I Pemprov Sumsel, Apriyadi, yang mewakili Gubernur Sumsel, secara resmi melepas rombongan menuju Madinah.
Apriyadi menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin yang menuntut kesiapan mental dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang mendapat kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
“Ini adalah perjalanan suci yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan iman,” ujarnya.
Salah satu pesan yang menjadi sorotan adalah ajakan kepada jemaah untuk melepaskan sementara urusan duniawi, termasuk kekhawatiran terhadap keluarga yang ditinggalkan di tanah air. Menurutnya, ketenangan batin menjadi kunci agar ibadah dapat dijalankan dengan khusyuk.
“Lepaskan beban pikiran tentang keluarga di rumah. Fokuskan diri sepenuhnya untuk beribadah,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalani rangkaian ibadah haji yang dikenal cukup menguras tenaga. Jemaah diminta disiplin mengikuti anjuran kesehatan dan tidak memaksakan diri.
“Jaga kesehatan sejak berangkat hingga kembali ke tanah air. Jangan abaikan kondisi tubuh,” katanya.
Apriyadi menambahkan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan jemaah melalui petugas pendamping guna memastikan seluruh proses ibadah berjalan lancar dan aman.















