Palembang – Realisasi investasi di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp62,67 triliun. Meski angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah daerah menilai capaian itu tetap menunjukkan kinerja yang cukup positif.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, Lusapta Yudha Kurnia, mengatakan nilai investasi tersebut memang mengalami kontraksi 11,63 persen secara tahunan. Namun di sisi lain, realisasi tersebut masih melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp42,5 triliun.
“Walaupun secara tahunan turun, capaian investasi 2025 ini tetap melebihi target RPJMD yang telah ditetapkan,” ujar Lusapta saat memaparkan realisasi investasi Sumsel tahun 2025, Selasa (10/3/2026).
Meski demikian, jika dibandingkan dengan target yang ditetapkan pemerintah pusat, realisasi investasi tersebut baru mencapai sekitar 79,48 persen.
Lusapta menjelaskan, struktur investasi di Sumsel sepanjang 2025 didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp47,19 triliun atau tumbuh 28,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami penurunan cukup signifikan. Sepanjang 2025, PMA tercatat hanya sebesar Rp15,47 triliun, atau turun 54,83 persen.
Menurutnya, penurunan PMA tersebut dipengaruhi oleh selesainya sejumlah proyek investasi besar yang sebelumnya mendorong lonjakan investasi pada 2024. Beberapa di antaranya adalah proyek ekspansi pabrik OKI Pulp and Paper serta pembangunan fasilitas milik PT Pupuk Sriwidjaja.
“Pada 2025 proyek-proyek tersebut sudah selesai tahap pembangunan dan kini memasuki fase operasional. Karena itu realisasi investasi asing terlihat menurun cukup besar,” jelasnya.
Berdasarkan data DPMPTSP, Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi daerah dengan realisasi PMA terbesar sepanjang 2025 sebesar Rp9,27 triliun. Posisi berikutnya ditempati Muara Enim Rp2 triliun, Palembang Rp1,09 triliun, Banyuasin Rp797 miliar, dan Musi Rawas Rp631 miliar.
Sementara untuk investasi dalam negeri, Kota Palembang mencatat realisasi terbesar yakni Rp10,36 triliun. Disusul Musi Banyuasin Rp9,70 triliun, Muara Enim Rp6,85 triliun, Lahat Rp5,56 triliun, serta Ogan Ilir Rp4,10 triliun.
Dari sisi negara asal investasi, Singapura menjadi investor terbesar di Sumsel dengan nilai investasi mencapai Rp10,27 triliun. Selanjutnya diikuti Tiongkok Rp1,88 triliun, Jepang Rp1,18 triliun, Malaysia Rp700 miliar, dan Inggris Rp509 miliar.
Adapun sektor usaha yang paling banyak menyerap investasi di Sumsel sepanjang 2025 meliputi pertambangan Rp12,5 triliun, industri kimia dan farmasi Rp8,1 triliun, industri kertas dan percetakan Rp7,5 triliun, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp6,4 triliun, serta listrik, gas dan air Rp5,7 triliun.
Ke depan, pemerintah daerah akan mengevaluasi capaian tersebut dengan mendorong pengembangan sektor dan kawasan baru yang dinilai berpotensi menarik investor.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan infrastruktur logistik, termasuk rencana pembangunan Pelabuhan New Port Tanjung Carat yang diharapkan dapat membuka peluang investasi baru di Sumatera Selatan.













