Menu

Mode Gelap

News

Sidak BGN di OKU Timur Temukan Dapur MBG Dekat Kandang Sapi dan Walet, Operasional Terancam Disetop

badge-check


Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, di dapur MBG di OKU Timur. Foto : Istimewa Perbesar

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, di dapur MBG di OKU Timur. Foto : Istimewa

OKU Timur — Inspeksi mendadak yang dilakukan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mengungkap sejumlah pelanggaran serius dalam pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Belitang Tegal Rejo, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.

Dalam sidak tersebut, Nanik menemukan dapur milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada sangat dekat dengan kandang burung walet dan kandang sapi. Kondisi itu dinilai tidak memenuhi standar operasional serta petunjuk teknis pengelolaan dapur dalam program MBG.

Temuan tersebut langsung memicu teguran keras dari Nanik kepada pengelola dapur.

“Ini harus disuspend dulu sampai fasilitasnya diperbaiki, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Jangan sampai program ini hanya dijadikan tempat mencari keuntungan,” tegasnya saat melakukan peninjauan, Jumat (13/3/2026).

Saat berada di lokasi, Nanik bahkan sempat terkejut ketika mendengar suara sapi dari area sekitar dapur. Setelah ditelusuri, ternyata kandang sapi memang berada tepat di samping bangunan dapur.

Menurutnya, keberadaan kandang ternak di dekat dapur jelas melanggar ketentuan karena berpotensi mengganggu standar kebersihan dan keamanan pangan.

Ia juga mempertanyakan alasan pengelola yang menyebut dapur sudah lebih dulu berdiri dibanding kandang sapi. Namun, setelah mengonfirmasi langsung kepada pemilik kandang, diketahui kandang tersebut justru sudah ada sebelum pembangunan dapur SPPG.

“Dalam petunjuk teknis sudah jelas dapur tidak boleh berada di dekat kandang hewan. Ini harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Selain masalah lokasi dapur, sidak juga menemukan sejumlah persoalan lain seperti instalasi pengolahan limbah yang tidak layak, penggunaan air galon tanpa merek, hingga fasilitas dapur yang dinilai belum memenuhi standar kebersihan.

Nanik menegaskan bahwa program MBG merupakan program sosial yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, bukan untuk kepentingan bisnis.

“Program ini adalah program sosial pendidikan dari Presiden Prabowo Subianto. Jadi tidak boleh ada kompromi terkait kebersihan, keamanan pangan, dan kejujuran dalam pengelolaannya,” katanya.

Ia pun meminta agar dapur SPPG tersebut sementara waktu dihentikan operasionalnya hingga seluruh permasalahan diperbaiki. BGN juga meminta pihak Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) melakukan pemeriksaan ulang dalam waktu dua bulan ke depan.

BGN memastikan inspeksi terhadap dapur program MBG akan terus dilakukan di berbagai daerah guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Hingga saat ini, pihak pengelola maupun Nurya Hartika selaku Kepala KPPG Palembang belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan sidak tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Patroli Raicet Polda Sumsel Tekan Kemacetan di Jalur Palembang–Betung, Truk Sumbu 3 Ditertibkan

14 Maret 2026 - 13:40 WIB

BRI Peduli Berbagi Bahagia, BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan Sembako kepada Masyarakat dan Panti Asuhan

14 Maret 2026 - 11:36 WIB

143,9 Juta Orang Diprediksi Akan Bepergian Mudik Lebaran 2026

14 Maret 2026 - 11:05 WIB

BNNP Sumsel Musnahkan 9.679 Pil Ekstasi dan Ratusan Liquid Etomidate, Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Negara

14 Maret 2026 - 11:00 WIB

Pemerintah Tegaskan Cadangan Bahan Bakar Nasional Tetap Aman Jelang Idulfitri

14 Maret 2026 - 10:49 WIB

Trending di News