Palembang — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Empat Lawang yang disebut-sebut menggelar acara halal bihalal di sebuah hotel berbintang di Palembang. Namun, pemerintah daerah langsung membantah tudingan tersebut dan menyebut informasi itu tidak benar.
Sorotan publik muncul lantaran kegiatan tersebut dinilai kurang tepat di tengah dorongan efisiensi anggaran pemerintah. Kritik juga datang dari berbagai kalangan, yang menilai pejabat seharusnya lebih peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (K-MAKI) Sumsel, Feri, menilai kegiatan seremonial di hotel dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal acara, tapi soal sensitivitas. Saat masyarakat sedang sulit, pejabat seharusnya memberi contoh empati,” ujarnya.
Namun, klarifikasi datang dari Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Sekretaris Diskominfo, Aldiwan Haira Putra. Ia menegaskan tidak ada agenda open house yang digelar di hotel tersebut.
Menurutnya, keberadaan para pejabat di lokasi hanya sebagai titik kumpul sebelum menghadiri open house Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, di Griya Agung.
“Tidak ada agenda open house di hotel. Itu hanya titik kumpul Forkopimda dan OPD sebelum bersama-sama menuju Griya Agung,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemilihan lokasi tersebut semata untuk mempermudah koordinasi dan mobilisasi rombongan yang diundang secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Sumsel.
Usai menghadiri kegiatan tersebut, Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, disebut langsung kembali ke kediamannya untuk agenda keluarga tanpa kegiatan lanjutan di Palembang.













