Palembang — Ancaman musim kemarau 2026 mulai menjadi perhatian serius di Sumatera Selatan (Sumsel). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kemarau tahun ini akan datang lebih cepat dari biasanya, disertai kondisi yang lebih kering.
Koordinator BMKG Sumsel, Wandayantolis, mengungkapkan bahwa sekitar 64 persen wilayah zona musim (ZOM) di Sumsel akan mengalami pergeseran awal kemarau yang lebih maju hingga dua dasarian dibandingkan kondisi normal.
“Sebagian besar wilayah mulai memasuki masa transisi pada Mei, bahkan ada yang lebih cepat,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Wilayah yang paling awal terdampak adalah ZOM 136 yang mencakup Ogan Komering Ilir (OKI) bagian selatan, diprediksi memasuki kemarau pada awal Mei. Disusul wilayah tengah Sumsel pada akhir Mei, sementara sebagian besar wilayah barat dan timur baru akan menyusul pada awal hingga pertengahan Juni.
“Namun bukan hanya soal waktu, karakter musim kemarau tahun ini juga menjadi sorotan. BMKG memperkirakan sifat kemarau berada di bawah normal, yang berarti curah hujan akan lebih sedikit dari biasanya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),”kata dia.
Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Juli di sebagian kecil wilayah, dan Agustus di sebagian besar zona musim lainnya. Bahkan, beberapa wilayah seperti Palembang bagian barat dan sebagian OKU Timur diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih awal dari biasanya.
“Durasi kemarau pun tidak singkat. Kami mencatat musim kering di Sumsel dapat berlangsung antara 7 hingga 15 dasarian, dengan wilayah tengah berpotensi mengalami periode terpanjang,”kata dia.
Melihat kondisi tersebut, BMKG mengingatkan pentingnya langkah antisipasi sejak dini. Pengelolaan sumber daya air menjadi kunci, terutama untuk sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla juga harus ditingkatkan.
“Dengan kondisi yang lebih kering, risiko kebakaran akan meningkat. Perlu peran semua pihak untuk mencegahnya,” kata dia.















