Palembang — Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi meluncurkan program Car Free Night (CFN) di kawasan Kolonel Atmo pada 18 April 2026. Selain menjadi ruang hiburan malam bagi masyarakat, kegiatan ini juga membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner lokal.
Namun, untuk bisa ikut berjualan di event ini, pelaku UMKM tidak bisa mendaftar sembarangan. Ada sejumlah syarat dan tahapan yang harus dipenuhi agar bisa menjadi bagian dari tenant resmi CFN.
Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menjelaskan bahwa prioritas utama diberikan kepada pelaku usaha kuliner yang mengangkat makanan khas daerah.
“Yang kita utamakan adalah pelaku usaha makanan, khususnya kuliner lokal untuk memperkenalkan cita rasa khas Palembang,” ujarnya.
Syarat UMKM Bisa Bergabung di CFN
Untuk bisa ikut serta, pelaku UMKM wajib memenuhi beberapa kriteria berikut:
- Memiliki usaha di bidang kuliner
- Tergabung dalam asosiasi atau komunitas UMKM
- Pernah terlibat dalam program CSR sponsor CFN seperti Bank Sumsel Babel atau Bank Indonesia
- Memiliki izin usaha resmi
- Sudah melakukan konfirmasi atau pendaftaran melalui Dinas Koperasi Kota Palembang
Selain syarat administratif, pelaku usaha juga harus memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan, terutama terkait kebersihan dan ramah lingkungan.
Standar Berjualan di Area CFN
Pemkot Palembang menekankan bahwa seluruh tenant harus menjaga kualitas lingkungan selama kegiatan berlangsung. Beberapa aturan yang wajib dipatuhi antara lain:
- Menyediakan tempat sampah pribadi
- Dilarang mencuci peralatan makan di lokasi
- Wajib memiliki pencahayaan di area tenda
- Tidak menggunakan peralatan sekali pakai
- Menjual produk makanan khas Palembang
Peluang Masih Terbuka Lebar
Pemkot menargetkan sebanyak 300 UMKM dapat bergabung dalam CFN. Namun hingga saat ini, jumlah pendaftar masih jauh dari target.
“Baru sekitar 50 UMKM yang terdata, ditambah rencana dukungan dari Bank Indonesia sekitar 80 UMKM. Artinya masih banyak slot yang tersedia,” jelas Isnaini.
Dengan konsep satu tenda diisi oleh tiga pelaku usaha, kesempatan bagi UMKM lokal untuk ikut meramaikan CFN Kolonel Atmo masih terbuka luas.















