Menu

Mode Gelap

News

Tak Masuk Penjara, Terpidana di Palembang Jalani Hukuman Bersihkan Rumah Sakit

badge-check


Kepala Kejaksaan Negeri Palembang, Muhammad Ali Akbar saat menyerahkan Terpidana ke RSUD Bari Palembang untuk Menjalani Hukuman. Foto : Jefri/Kordanews.com Perbesar

Kepala Kejaksaan Negeri Palembang, Muhammad Ali Akbar saat menyerahkan Terpidana ke RSUD Bari Palembang untuk Menjalani Hukuman. Foto : Jefri/Kordanews.com

Palembang — Pendekatan baru dalam penegakan hukum mulai diterapkan di Kota Palembang. Seorang terpidana kasus penggelapan tidak menjalani hukuman di dalam penjara, melainkan menjalani kerja sosial di lingkungan RSUD Bari sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Program ini menjadi salah satu implementasi awal skema plea bargain di Indonesia, yang menitikberatkan pada pemulihan dibanding sekadar pemenjaraan. Dalam pelaksanaannya, terpidana diwajibkan bekerja selama dua jam setiap hari selama dua bulan, dengan tugas utama menjaga kebersihan area rumah sakit.

Kepala Kejaksaan Negeri Palembang, Muhammad Ali Akbar, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan berarti menghapus hukuman, melainkan mengubah bentuknya menjadi lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pelaku tetap menjalani konsekuensi hukum. Bedanya, bentuknya diarahkan agar memberikan manfaat sosial sekaligus memberi kesempatan memperbaiki diri,” ujar Ali Akbar, usai menyerahkan terpidana ke RSUD Bari, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, setelah menyelesaikan kewajiban kerja sosial setiap hari, terpidana tetap diperbolehkan kembali ke rumah. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan keberlanjutan kehidupan sosial pelaku.

“Skema plea bargain sendiri tidak berlaku untuk semua kasus. Program ini hanya diterapkan pada perkara dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun, pelaku baru pertama kali melakukan tindak pidana, mengakui kesalahan, serta telah menyelesaikan persoalan dengan korban, termasuk pemberian ganti rugi, “kata dia.

Sementara itu, Direktur RSUD Bari Palembang, Dr. Amalia, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran tenaga tambahan di sektor kebersihan turut membantu operasional rumah sakit, tanpa mengabaikan aspek pengawasan.

“Kami memastikan pekerjaan yang diberikan sesuai, yakni di area luar seperti taman dan halaman. Sistem absensi dan pengawasan juga dilakukan secara ketat,” jelasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terkunci dari Luar, Tiga Anak Nyaris Jadi Korban Kebakaran di Palembang

25 Juni 2026 - 13:31 WIB

Raih Penghargaan Cita Loka Fest 2026, Program Palembang Gercep Diakui Secara Nasional

25 Juni 2026 - 11:56 WIB

Bentengi Gen Z dari Radikalisme, Wali Kota Palembang Ajak Teladani Sejarah NU dan Perkuat Karakter Aswaja

25 Juni 2026 - 11:54 WIB

Herman Deru Sambut Investor China, Jajaki Kerja Sama Pembangunan PLTA di OKU Selatan

25 Juni 2026 - 11:16 WIB

Ratu Dewa Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Lewat Festival Palembang Darussalam 2026

24 Juni 2026 - 19:34 WIB

Trending di News