EMPAT LAWANG – Upaya pengejaran terhadap empat tahanan yang kabur dari sel tahanan Polres Empat Lawang terus dilakukan. Di tengah perburuan para buronan tersebut, penyidik juga mulai mendalami kemungkinan adanya kelalaian dalam pengawasan tahanan dengan memeriksa tiga anggota polisi yang bertugas saat peristiwa terjadi.
Ketiga personel yang diperiksa masing-masing Bripka ER, Brigpol ON, dan Brigpol YA. Mereka merupakan petugas yang berjaga pada malam saat empat tahanan berhasil melarikan diri dari sel nomor 2 Polres Empat Lawang.
Kasi Humas Polres Empat Lawang, Iptu Ariyanto, membenarkan pemeriksaan terhadap ketiga anggota tersebut. Namun hingga kini status mereka masih sebatas saksi.
“Sudah diperiksa untuk dimintai keterangan,” ujar Ariyanto, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi terkait kronologi kaburnya para tahanan, termasuk menelusuri apakah terdapat unsur kelalaian dalam sistem pengamanan tahanan saat kejadian berlangsung.
Meski demikian, Ariyanto belum dapat memastikan adanya keterkaitan langsung antara pelarian tahanan dengan kinerja petugas jaga malam itu. Pendalaman lebih lanjut masih dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
“Untuk informasi lebih lanjut akan kami koordinasikan dengan Propam,” katanya.
Sementara itu, fokus utama kepolisian saat ini tetap tertuju pada pencarian empat tahanan yang hingga kini masih belum berhasil ditangkap kembali. Tim gabungan disebut telah melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para pelaku.
Polres Empat Lawang juga berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah sekitar guna mempersempit ruang gerak para tahanan yang melarikan diri.
“Keempat tahanan masih dalam pengejaran hingga hari ini,” tegas Ariyanto.
Sebelumnya, empat dari lima tahanan penghuni sel nomor 2 Polres Empat Lawang berhasil kabur pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Pelarian itu baru diketahui saat petugas Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) melakukan patroli rutin dan mendapati sebagian penghuni sel telah menghilang.
Empat tahanan yang melarikan diri yakni Febri Andi Kaspura (36), tersangka kasus narkoba asal Kecamatan Tebing Tinggi; Pigo Ardiansyah (22), tersangka kasus pidana umum asal Kecamatan Muara Pinang; Badri (42), tersangka narkoba asal Kecamatan Pasemah Air Keruh; serta Irianto alias Yanto (45), tahanan kasus kriminal umum asal Kecamatan Lintang Kanan.
Berdasarkan keterangan satu tahanan yang tidak ikut kabur, para pelaku diduga telah merencanakan aksi tersebut sejak beberapa hari sebelumnya. Mereka disebut menggesek teralis besi ventilasi secara perlahan hingga akhirnya berhasil merusaknya.
Setelah ventilasi terbuka, para tahanan memanfaatkan kain sebagai alat bantu untuk memanjat dan keluar dari area tahanan tanpa terdeteksi petugas.









