Menu

Mode Gelap

News

Petani Karet Sumsel Bisa Tersenyum, Herman Deru Soroti Efek Positif Dolar AS Menguat

badge-check


Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri Rapat Persiapan Pelatihan AI untuk UMKM yang digelar di Kantor OJK Provinsi Sumsel, Rabu (8/4/2026) . Foto : Humas Pemprov Sumsel Perbesar

Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri Rapat Persiapan Pelatihan AI untuk UMKM yang digelar di Kantor OJK Provinsi Sumsel, Rabu (8/4/2026) . Foto : Humas Pemprov Sumsel

PALEMBANG – Di tengah kekhawatiran sebagian kalangan terhadap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melihat adanya peluang yang dapat dimanfaatkan oleh sektor-sektor tertentu, terutama komoditas ekspor andalan daerah.

Menurut Herman Deru, penguatan dolar tidak selalu membawa dampak buruk bagi masyarakat. Bagi daerah yang memiliki basis ekonomi pada sektor ekspor seperti Sumsel, kondisi tersebut justru dapat meningkatkan nilai jual sejumlah komoditas, salah satunya karet.

“Angka kenaikan nilai tukar dolar ini turut memberikan dampak positif bagi sebagian masyarakat, seperti petani karet yang memperoleh harga jual lebih baik,” kata Herman Deru, Sabtu (13/6/2026).

Sumatera Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi karet terbesar di Indonesia. Ketika nilai dolar menguat, harga komoditas ekspor yang diperdagangkan di pasar internasional berpotensi meningkat sehingga memberikan keuntungan lebih bagi para pelaku usaha dan petani.

Meski demikian, Herman Deru mengingatkan bahwa stabilitas ekonomi tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menilai kondisi ideal adalah ketika nilai tukar, inflasi, dan daya beli masyarakat berada dalam posisi yang seimbang.

Menurutnya, menjaga daya beli masyarakat menjadi kunci agar roda perekonomian terus bergerak. Jika masyarakat masih memiliki kemampuan berbelanja dan beraktivitas ekonomi secara normal, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan tetap terjaga.

“Kita ingin secara umum tetap stabil. Artinya daya beli masyarakat tidak turun sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.

Deru juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi Sumsel saat ini masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang ada, pertumbuhan ekonomi daerah masih berada di atas angka 5 persen, sementara tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator bahwa fondasi ekonomi Sumsel cukup kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang dan ketidakpastian pasar internasional.

Dengan dukungan sektor perkebunan, pertanian, pertambangan, serta berbagai komoditas unggulan lainnya, Pemerintah Provinsi Sumsel optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika ekonomi dunia yang terus berubah.

Ke depan, Herman Deru berharap stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga sehingga manfaat pertumbuhan tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga masyarakat hingga tingkat petani dan pelaku usaha kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT ke-1.343 Palembang Dimeriahkan Festival Budaya dan Peluncuran Prangko Penanda Kota

15 Juni 2026 - 18:52 WIB

BPS Palembang Luncurkan Sensus Ekonomi 2026, Wali Kota Ratu Dewa Jadi Responden Perdana

15 Juni 2026 - 18:46 WIB

Ratusan Mahasiswa di Palembang Demo di DPRD Sumsel Tolak MBG

15 Juni 2026 - 18:40 WIB

BEM Nusantara Sumsel Beri Kartu Merah untuk Prabowo-Gibran, Ancam Gelar Aksi Lebih Besar

15 Juni 2026 - 18:11 WIB

Pertamina Patra Niaga Seleksi 101 Kandidat di Lima Kota, Siapkan Pelaut Andal untuk Distribusi Energi Nasional

15 Juni 2026 - 16:43 WIB

Trending di News