Palembang — Progres pembangunan Jembatan Musi V pada ruas Tol Palembang-Betung terus menunjukkan kemajuan signifikan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung proyek strategis nasional itu pada Kamis, 16 Juli 2026, didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran melihat perkembangan jembatan sepanjang 1,8 kilometer yang menjadi bagian dari Seksi 1 Tol Palembang-Betung. Saat ini, pembangunan jembatan itu telah mencapai 91,21 persen dan tinggal menuntaskan sejumlah tahapan akhir sebelum dapat dimanfaatkan lebih luas.
Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, menyebut kunjungan Wapres kali ini menjadi penanda bahwa percepatan proyek berjalan sesuai harapan. Ia mengingat, pada tinjauan sebelumnya di tahun lalu, kondisi jembatan belum tersambung.
“Setelah dilakukan percepatan, alhamdulillah belum sampai setahun sudah tersambung dan sedikit lagi selesai,” ujar Dwi.
Ia menambahkan, jembatan ini telah melalui uji beban pada awal Juli 2026 sebagai bagian dari tahapan teknis sebelum operasional. Menurutnya, keberadaan Tol Palembang-Betung akan memangkas waktu tempuh secara drastis dibandingkan jalur nasional.
“Kalau lewat jalan nasional bisa tiga jam, lewat tol kira-kira satu jam saja,” katanya.
Dwi menegaskan, efisiensi waktu itu bukan hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga pada rantai pasok barang, terutama komoditas pangan. Dengan waktu perjalanan yang lebih singkat, hasil pertanian dapat lebih cepat sampai ke tujuan dalam kondisi lebih baik.
Tahun ini, ruas Tol Palembang-Betung juga ditargetkan dapat difungsikan secara terbatas saat masa Natal dan Tahun Baru. Jalur yang diproyeksikan dibuka fungsional adalah dari Keramasan hingga Betung.
Langkah itu disiapkan untuk mengurangi potensi kemacetan di jalur nasional Kabupaten Banyuasin yang kerap padat saat periode libur panjang dan hari besar keagamaan. Saat ini, pembebasan lahan di Pangkalan Balai masih menyisakan 22 bidang yang harus diselesaikan.
“Harapannya tahun ini sudah bisa difungsionalkan saat Nataru dari tol Keramasan sampai Betung,” ujar Dwi.









