PALEMBANG – Ketua DPRD Sumatera Selatan Andie Dinialdie terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumsel yang digelar di Palembang, Minggu (2/8/2026).
Andie menyebut fokus pertamanya untuk menakhodai DPD Golkar Sumsel yakni memperkuat mesin partai hingga ke tingkat desa sebagai persiapan menghadapi agenda politik mendatang.
“Ini amanah yang akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah memberikan kepercayaan,” ujarnya.
Menurut Andie, langkah awal yang akan dilakukan adalah membentuk kepengurusan DPD Partai Golkar Sumsel dengan konsep yang lebih modern, inklusif, dan memberikan ruang lebih luas bagi kader muda untuk berkontribusi.
“Kami ingin menyusun kepengurusan yang modern, terbuka, dan memberi kesempatan kepada kader-kader muda untuk tampil dan berperan dalam membesarkan Partai Golkar,” katanya.
Selain pembentukan struktur organisasi, konsolidasi internal menjadi agenda prioritas. Penguatan organisasi akan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten dan kota, kemudian kecamatan hingga desa sebagai basis utama kekuatan partai.
“Bagi kami, akar rumput adalah kekuatan Partai Golkar. Karena itu konsolidasi hingga tingkat desa menjadi pekerjaan pertama yang harus segera diselesaikan,” ucapnya.
Andie juga memasang target peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang. Saat ini Partai Golkar memiliki 12 kursi di DPRD Sumatera Selatan, tiga kursi di DPR RI dari daerah pemilihan Sumsel, serta 85 kursi di DPRD kabupaten dan kota.
“Target kami jelas, yaitu menambah jumlah kursi di semua tingkatan. Itu menjadi tanggung jawab seluruh pengurus yang akan datang,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang membuka Musda XI Golkar Sumsel menegaskan arah politik Partai Golkar tetap konsisten mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Bahlil, keputusan mendukung pemerintahan merupakan hasil keputusan politik Partai Golkar dan akan terus dijalankan selama pemerintahan Prabowo-Gibran berlangsung.
“Kalau ada yang bertanya sampai kapan Golkar bersama Presiden Prabowo, tanyakan kepada Presiden sampai kapan. Yang jelas Golkar akan selalu setia bersama pemerintahan Presiden Prabowo,” kata Bahlil.
Ia mengatakan Partai Golkar memiliki tanggung jawab mengawal seluruh program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, kekuatan organisasi harus terus diperkuat agar mampu menjadi penopang pemerintahan sekaligus memenangkan kontestasi politik berikutnya.
Bahlil juga memberikan target kepada seluruh pengurus Golkar di Indonesia untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang.
Ia menyebut saat ini Partai Golkar memiliki 102 kursi di DPR RI dan menargetkan jumlah tersebut meningkat pada periode berikutnya. Hal yang sama juga berlaku bagi DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota.
“Golkar harus menaikkan jumlah kursi. Di DPR RI harus lebih dari 102 kursi. Di DPRD provinsi juga harus bertambah, begitu juga di DPRD kabupaten dan kota. Itu tugas seluruh kader,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Bahlil meminta seluruh ketua DPD yang baru terpilih segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
“Setelah Musda selesai, saya minta ketua terpilih langsung bergerak melakukan konsolidasi di kabupaten dan kota, kemudian kecamatan hingga desa. Mesin partai harus aktif mulai sekarang,” katanya.
Untuk diketahui, Musda XI Golkar Sumsel diikuti oleh 23 pemegang hak suara yang terdiri dari 17 DPD II kabupaten/kota se-Sumsel, DPD I Partai Golkar Sumsel, DPP Partai Golkar, Dewan Pertimbangan DPD I, organisasi sayap partai, serta organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar.









