Menu ✖

Mode Gelap

News

Setelah Lima Tahun Menanti, Bayi ke-600 Lahir dari Program IVF di Palembang

badge-check


Setelah Lima Tahun Menanti, Bayi ke-600 Lahir dari Program IVF di Palembang Perbesar

Palembang — Harapan memiliki buah hati bagi pasangan yang menjalani program kehamilan tidak selalu hadir dalam waktu singkat. Ada yang harus melewati bertahun-tahun penantian, menjalani berbagai pemeriksaan hingga mencoba teknologi reproduksi berbantu.

Kisah panjang itu tergambar dari perjalanan Klinik Blastula IVF Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang yang kini mencatat 600 kelahiran bayi melalui program bayi tabung sejak layanan tersebut berdiri pada 21 Januari 2021.

Tonggak 600 kelahiran itu dicapai pada 2026, setelah jumlah kelahiran terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal 2024 tercatat 255 kelahiran, kemudian mencapai 300 kelahiran pada April 2024. Angka tersebut kembali meningkat menjadi 500 kelahiran pada September 2025.

Salah satu keluarga yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut adalah pasangan Fuhans dan Risnawati, warga Palembang. Setelah lima tahun menanti kehadiran buah hati, keduanya akhirnya dikaruniai seorang bayi laki-laki melalui program IVF di Blastula IVF.

Bayi tersebut lahir pada 11 Agustus 2026, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan menuju pencapaian 600 kelahiran di klinik tersebut.

Bagi Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, pencapaian itu tidak sekadar menunjukkan pertumbuhan jumlah pasien, tetapi juga menggambarkan semakin berkembangnya layanan fertilitas di Sumatera Selatan.

Chief Executive Officer Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Andry Sjamsu, EMBA., MARS., M.M., mengatakan setiap kelahiran memiliki cerita dan perjuangan masing-masing.

“Angka 600 bukan sekadar angka. Di baliknya ada 600 keluarga yang penantiannya berujung syukur,” ujarnya.

Menurut dia, pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen rumah sakit untuk menghadirkan layanan fertilitas dengan dukungan teknologi dan tenaga medis yang kompeten sehingga masyarakat di Sumatera, khususnya Sumatera Selatan, memiliki akses terhadap layanan program kehamilan tanpa harus mencari pengobatan ke luar daerah maupun luar negeri.

Hospital Director Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Ns. Benedikta Betty Bawaningtyas, S.Kep., M.M., FISQua, menambahkan keberhasilan program tidak hanya bergantung pada teknologi.

Sinergi antara dokter, ahli embriologi, tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit menjadi bagian penting dalam mendampingi pasien sejak konsultasi hingga proses kehamilan.

“Layanan fertilitas tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan angka keberhasilan, tetapi juga bagaimana pasien mendapatkan pendampingan secara menyeluruh sejak konsultasi hingga proses kehamilan,” katanya.

Dari sisi teknologi, Blastula IVF mengembangkan blastula transfer, yakni proses transfer embrio pada tahap perkembangan hari kelima hingga keenam. Metode tersebut menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mendukung peluang keberhasilan program IVF.

Dokter Blastula IVF Siloam Sriwijaya, dr. M. Aerul Chakra, Sp.OG-KFER, MIGS, mengatakan perkembangan teknologi reproduksi berbantu terus diikuti agar pasien memperoleh pilihan layanan yang sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran.

Ia menyebut tingkat keberhasilan program IVF di Blastula IVF saat ini mencapai 78 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus motivasi bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Namun, setiap pasangan tetap memiliki kondisi medis dan peluang keberhasilan yang berbeda sehingga proses program kehamilan membutuhkan kesabaran serta pendampingan yang berkelanjutan.

“Yang terpenting bagi para pejuang garis dua, setiap proses mungkin membutuhkan kesabaran dalam mengikuti program Blastula IVF Siloam ini,” ujarnya.

Dengan capaian 600 kelahiran, Blastula IVF kini tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga memperluas edukasi mengenai infertilitas dan pilihan teknologi reproduksi berbantu bagi masyarakat.

Bagi Fuhans dan Risnawati, pencapaian itu memiliki makna yang jauh lebih personal. Setelah lima tahun menunggu, kelahiran sang putra menjadi penanda bahwa perjalanan panjang yang mereka jalani akhirnya berbuah kebahagiaan.

Di balik angka 600 kelahiran, terdapat ratusan cerita keluarga yang berbeda. Ada penantian, perjuangan, harapan, dan akhirnya tangis bahagia ketika buah hati yang dinanti hadir ke dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sanksi Patsus Dinilai Terlalu Ringan, Oknum Polisi Susila di PALI Akhirnya Diberhentikan Tidak Dengan Hormat

12 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Jamin Pangan ASUH dan Dukung Program MBG, Pemkot Palembang Perketat Sertifikasi Halal serta Higiene Sanitasi

12 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Bukan Sekadar Tegas, Pemkot Palembang Gandeng APH Dorong Penegakan Hukum Berwajah Humanis

12 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Ultimatum 125 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Palembang Desak Herman Deru Mundur

12 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Jadi Panggung UMKM Lokal, Hadirkan Official Merchandise Produk UMKM di Booth MyPertamina

11 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Trending di News