PALEMBANG – Kelangkaan beras kemasan 5 kilogram (kg) di sejumlah titik penjualan di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, kondisi tersebut dipastikan bukan karena kekurangan stok beras di daerah.
Gubernur Sumsel Herman Deru bahkan turun langsung mengecek ketersediaan beras di Gudang Perum Bulog Sumsel dan Babel. Dari hasil pengecekan tersebut, stok disebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Juli 2027.
Deru mengatakan beras kemasan 5 kg merupakan salah satu ukuran yang paling banyak dibeli masyarakat. Karena itu, kelangkaan di pasaran dikhawatirkan memicu kekhawatiran dan aksi pembelian berlebihan.
“Beras yang paling banyak dikonsumsi masyarakat kemasan 5 kg. Kita sudah merespon (kelangkaan) dengan mengecek ke gudang Bulog. Ternyata, kesiapan stok Bulog di gudang mencukupi, bahkan sampai Juli 2027,” ujar Deru, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, jumlah tersebut bahkan belum memperhitungkan tambahan pasokan dari hasil panen petani yang sedang berlangsung di sejumlah wilayah Sumsel.
Deru menyebut sejumlah sawah dengan indeks pertanaman (IP) 200 masih memasuki masa panen meski Sumsel tengah menghadapi musim kemarau.
“Saat ini panen di sawah yang IP-nya 200 sedang jalan di tengah musim kemarau ini. Jadi, nantinya stok beras di gudang Bulog akan terus bertambah,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, Deru meminta masyarakat tidak khawatir dan membeli beras sesuai kebutuhan. Ia memastikan Sumsel tidak berada dalam kondisi kekurangan beras.
“Saya harap masyarakat tak panic buying. Kita berani menjamin Sumsel tidak akan kekurangan beras,” tegasnya.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah juga menyoroti harga beras di tingkat konsumen. Deru meminta masyarakat ikut mengawasi harga, khususnya beras kategori medium.
Ia meminta warga segera melapor jika menemukan beras medium dijual melebihi Rp12.500 per kilogram.
“Kalau menemukan beras medium dijual di atas Rp12.500 lapor. Bisa ke lurah, camat, atau ke seluruh aparat penegak hukum, bahwa itu sudah memainkan harga jualnya,” ujarnya.
Deru menegaskan masyarakat tidak perlu melakukan pembelian dalam jumlah besar hanya karena khawatir stok habis.
“Untuk itu, masyarakat sekali lagi jangan takut atau panic buying. Beli sesuai yang akan dikonsumsi saja,” katanya.
Untuk menjaga harga dan memastikan pasokan menjangkau masyarakat, Deru juga meminta operasi pasar digencarkan sepanjang Agustus.
Dinas Perdagangan dan Bulog diminta turun langsung ke lapangan. Ia juga akan berkoordinasi dengan Pangdam dan Kapolda Sumsel agar operasi pasar dapat dilakukan secara bersama-sama.









