Menu ✖

Mode Gelap

Headline

Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Listrik 17,7 MW, PSEL Keramasan Siap Alirkan Energi Bersih di Palembang

badge-check


Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Listrik 17,7 MW, PSEL Keramasan Siap Alirkan Energi Bersih di Palembang Perbesar

Palembang – Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Palembang yang berlokasi di kawasan Keramasan, Kecamatan Kertapati, kini memasuki babak baru operasionalnya.

Pembangkit modern ini terbukti mampu mengolah sekitar 1.100 ton sampah per hari secara konsisten dan siap menyalurkan daya listrik sebesar 17,7 Megawatt (MW) ke jaringan PT PLN (Persero).

​Kepastian kesiapan operasional tersebut dipastikan usai Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, meninjau langsung seluruh alur proses pengolahan, mulai dari penampungan limbah domestik, pengoperasian tungku pembakaran (incinerator), hingga sistem pembangkitan energi.

​”Kami memastikan pasokan sampah ke PSEL Keramasan saat ini sudah sangat stabil di angka 1.100 ton per hari selama 10 hari berturut-turut. Dua tungku pembakaran utama juga telah beroperasi penuh dengan lancar tanpa kendala teknis,” kata Ratu Dewa di lokasi PSEL Keramasan.

​Ratu Dewa menegaskan, konsistensi pasokan sampah harian menjadi kunci utama agar proses pembakaran dan produksi listrik berjalan sesuai kapasitas ideal yang dirancang. Kestabilan ini berhasil dicapai berkat efisiensi penataan armada angkut, kelancaran ritase, serta koordinasi intensif antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang dan pihak pengelola PSEL.

​Selain keberhasilan teknis di ruang pembakaran, kapasitas produksi energi bersih yang dihasilkan fasilitas ini juga telah memenuhi target awal.

​”Target pembangkitan listrik sebesar 17,7 MW sudah terpenuhi dan siap disalurkan ke PLN. Ini menjadi bukti transformasi nyata bahwa sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan, kini berhasil kita ubah menjadi sumber energi bernilai tambah bagi masyarakat,” ujar Ratu Dewa.

​Lebih lanjut, Ratu Dewa menekankan bahwa pengelolaan PSEL tidak sekadar berfokus pada hasil akhir berupa daya listrik, tetapi juga wajib menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Oleh karena itu, pengawasan ketat terhadap emisi gas buang dan pengelolaan residu sisa pembakaran terus dilakukan secara berkala.

​”Pengelolaan sampah ini tidak boleh berhenti pada pembakaran saja. Kita harus mengawal ketat pengendalian emisi, pemantauan lingkungan, hingga penanganan residu agar fasilitas ini beroperasi secara aman dan berkelanjutan,” lanjut Ratu Dewa.

​Ia menambahkan, pengoperasian PSEL menjadi tonggak penting pergeseran pola penanganan sampah di Palembang dari cara-cara konvensional menuju sistem berbasis teknologi modern. Langkah ini diyakini mampu memangkas beban penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan.

​”Pemerintah Kota Palembang bersama pengelola akan terus mengawasi, mengevaluasi, dan menyempurnakan seluruh rantai pengelolaan sampah ini dari hulu ke hilir. Kita ingin PSEL Keramasan memberikan dampak ekologis dan ekonomis yang maksimal bagi seluruh warga Palembang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dorong Pemberdayaan Kelompok Rentan, Ratu Dewa Resmikan Ruang Bersama Indonesia di 8 Kelurahan Palembang

30 September 2026 - 18:27 WIB

Karhutla di Pedamaran OKI Dekati Kawasan Sawit

30 September 2026 - 16:19 WIB

Ambulans Bawa Jenazah Tabrakan dengan Truk CPO di Pangkalan Balai, 6 Orang Luka

30 September 2026 - 14:01 WIB

Kualitas Udara di Palembang Masuk Level Berbahaya, Rekor Terburuk Selama Karhutla 2026

30 September 2026 - 11:38 WIB

8 Nasabah BTPN Syariah dan 1 Community Officer di Lahat Raih Hadiah Umrah Lewat Program Umrah Satu Pesawat

29 September 2026 - 19:05 WIB

Trending di News