Menu ✖

Mode Gelap

News

Perluasan Kolam Retensi Simpang Polda Dimulai untuk Bebaskan Palembang dari Banjir

badge-check


Perluasan Kolam Retensi Simpang Polda Dimulai untuk Bebaskan Palembang dari Banjir Perbesar

Palembang — Upaya penanggulangan banjir di Kota Palembang memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kota Palembang, bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII resmi memulai pengerjaan perluasan serta pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda pada Senin (5/10/2026).

​Proyek yang digarap oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini merupakan bagian dari paket Restorasi Sungai Bendung bernilai total Rp385 miliar. Melalui pengerjaan ini, kapasitas tampungan air ditargetkan melonjak drastis hingga hampir tiga kali lipat demi mengurai titik genangan di kawasan strategis tersebut.

​Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, menyambut optimistis dimulainya pengerjaan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat. Ia meyakini penambahan kapasitas kolam ini akan membawa dampak langsung bagi warga di beberapa wilayah.

​”Wilayah yang akan merasakan langsung manfaatnya meliputi Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning. Sementara itu, estimasi pengerjaan memakan waktu sekitar 15 bulan dan ditargetkan rampung pada Januari 2028,” ungkap Dewa.

​Pengembangan infrastruktur ini mencakup perombakan fisik secara menyeluruh. Daya tampung air dinaikkan dari 9.600 meter kubik menjadi 30.000 meter kubik.

Selain itu, luas lahan kolam yang semula hanya sekitar 0,4 hingga 0,56 hektare diperlebar hingga mendekati 1 hektare, disertai pengerukan tanah setinggi 2 hingga 3 meter.

​Mengingat proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait datangnya musim hujan dalam waktu dekat, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menginstruksikan agar pengerjaan fisik dikebut secara maksimal.

​”Kalender hari kerja harus tepat waktu karena dalam satu bulan ke depan wilayah tersebut akan memasuki musim hujan, sehingga pemanfaatan waktu saat ini sangat krusial untuk mengejar volume tampungan,” tegas Deru.

​Gubernur juga mengingatkan kontraktor pelaksana agar mengalihkan arus mobilitas truk pengangkut tanah ke malam hari demi menjaga kelancaran lalu lintas warga Palembang pada siang hari.

​Di sisi lain, Kepala BBWS Sumatera VIII, Agus Sapari, memaparkan bahwa proyek ini juga mencakup pembenahan saluran drainase di pemukiman warga agar debit air dapat teralirkan lebih cepat ke kolam retensi sebelum dipompa ke Sungai Bendung.

​Agus mengakui adanya tantangan berupa keberadaan pipa utilitas bawah tanah milik Pertamina dan PLN yang membutuhkan koordinasi ekstra ketat.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa setelah fungsi utama sebagai pengendali banjir rampung, kawasan kolam retensi tersebut akan ditata kembali menjadi ruang terbuka hijau yang dilengkapi fasilitas olahraga dan area ramah anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Yayasan Laporkan Wali Kota Pagaralam, Tanah Pesantren Rp210 Juta Jadi Sengketa

5 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Lawan Karhutla, Gubernur Sumsel Janjikan Rp 10 Juta bagi Warga yang Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan

5 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Didesak Mahasiswa soal Kabut Asap, Deru Akui Penanganan Karhutla Jadi Evaluasi

5 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Ancam Sanksi Tegas Perusahaan Penelantar Lahan Karhutla, Pemkot Palembang Siapkan Perwali

5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Tanggap Bencana Kemarau, Pemkot Palembang Sisir Titik Api dan Garansi Pasokan Air Warga

5 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Trending di News