Menu ✖

Mode Gelap

News

September Jadi Bulan Terburuk ISPA di Sumsel, Lebih dari 52 Ribu Warga Terdampak

badge-check


Pengendara motor yang menerobos kepulan asap yang berasal dari kebakaran lahan dan hutan di jalur lintas Sumatera, Ogan Ilir, Sumsel, Minggu (3/9) Foto: ary priyanto/urban id Perbesar

Pengendara motor yang menerobos kepulan asap yang berasal dari kebakaran lahan dan hutan di jalur lintas Sumatera, Ogan Ilir, Sumsel, Minggu (3/9) Foto: ary priyanto/urban id

PALEMBANG – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali melonjak di tengah buruknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang September 2026, tercatat sebanyak 52.483 kasus, menjadi angka bulanan tertinggi sejak awal tahun.

Jumlah tersebut meningkat 11,62 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat 47.020 kasus. Lonjakan ini terjadi setelah jumlah penderita ISPA sempat menurun pada Mei dan Juni, sebelum kembali naik selama tiga bulan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan peningkatan kasus pada September menjadi perhatian di tengah kondisi udara yang memburuk.

“Jumlah kasus ISPA pada September sebanyak 52.483 kasus, terjadi peningkatan 11,62 persen dibandingkan Agustus sebanyak 47.020 kasus,” ujar Ira, Jumat (9/10/2026).

Sebelum September, angka kasus bulanan tertinggi pada 2026 tercatat pada Februari dengan 51.115 kasus, disusul Januari sebanyak 50.651 kasus. Dengan demikian, sepanjang tahun ini sudah tiga bulan mencatat lebih dari 50 ribu kasus ISPA.

Oktober Sudah Tercatat 11.359 Kasus

Tren kasus yang tinggi juga masih menjadi perhatian pada Oktober. Dinkes Sumsel mencatat 11.359 kasus ISPA berdasarkan laporan yang telah masuk hingga 9 Oktober 2026.

Ira menyebut jumlah kasus harian tertinggi pada Oktober sejauh ini terjadi pada 6 Oktober, yakni mencapai 2.267 kasus.

“Secara harian pada Oktober ini, jumlah kasus ISPA yang terdata paling banyak terjadi pada 6 Oktober lalu yang mencapai 2.267 kasus,” katanya.

Meski data Oktober belum mencakup satu bulan penuh, angka tersebut menunjukkan kasus ISPA masih perlu menjadi perhatian, terutama ketika kabut asap dan kualitas udara buruk berpotensi meningkatkan paparan polutan bagi masyarakat.

Kasus Sempat Turun, Kembali Naik Sejak Juli

Berdasarkan catatan Dinkes Sumsel, pola kasus ISPA pada 2026 mengalami perubahan sepanjang tahun. Kasus relatif tinggi pada awal tahun, menurun pada Mei dan Juni, kemudian kembali meningkat pada Juli hingga September.

Secara kumulatif, jumlah kasus ISPA selama Januari–September 2026 mencapai 401.191 kasus. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencapai 411.700 kasus.

Ira menyebut jumlah kasus ISPA sepanjang 2025 meningkat 16,2 persen dibandingkan 2024. Sementara pada 2026, kenaikan kembali terlihat menjelang akhir triwulan ketiga.

“Pada 2026 ini, pola tinggi kasus ISPA terjadi pada awal tahun. Kemudian menurun pada Mei dan Juni. Lalu kembali meningkat pada Juli-September,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Delapan Helikopter Disiapkan untuk Padamkan Karhutla Sumsel

9 Oktober 2026 - 17:00 WIB

BMKG Prediksi Palembang Minim Hujan Selama Sepekan Ini

9 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Wamen LH Klaim PSEL Palembang Lampaui Target, Produksi Listrik Tembus 21,55 MW

8 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Tingkatkan Pengawasan dan Cegah Kekeliruan Hukum, Lima Perangkat Daerah di Palembang Dikawal Kejari

8 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Kepungan Asap Makin Pekat, Ribuan Warga Palembang Ketuk Pintu Langit Memohon Hujan ​

8 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Trending di News